Berita Pangkalpinang

Ada Sejumlah Isu Global, Kanwil DJPb Babel Ajak Semua Pihak Bersiap Hadapi Tahun Anggaran 2020

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Alfiker Siringoringo mengajak pemerintah daerah

Ada Sejumlah Isu Global, Kanwil DJPb Babel Ajak Semua Pihak Bersiap Hadapi Tahun Anggaran 2020
Bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Seminar APBN 2020 bertema Maju Bersama Menghadapai Tantangan memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) yang ke-73 yang digelar di aula Kantor DJPb Babel, Selasa (29/10/2019). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Alfiker Siringoringo mengajak pemerintah daerah dan semua pihak terkait di Babel untuk bersiap menghadapi tahun anggaran 2020.

Ini disampaikannya saat pada acara Seminar APBN 2020 bertema “Maju Bersama Menghadapai Tantangan” memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) yang ke-73 yang digelar di aula Kantor DJPb Babel, Selasa (29/10/2019).

Seminar ini dihadiri berbagai pihak terkait yang merupakan stakeholder Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung (Babel).
"Mengingat APBN merupakan sebuah sarana utama dalam pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah, maka dari itu kita secara bersama-sama wajib untuk menjaga kesehatan APBN, terutama di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global," ungkap Alfiker.

Menurut dia, sejumlah isu global seperti proteksionisme dan perang dagang (Trade War) antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, moderasi pertumbuhan ekonomi Tiongkok, perubahan iklim, revolusi industri 4.0 dan isu geopolitik lainnya menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian nasional dan juga perekonomian regional.

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dengan didukung oleh seluruh elemen masyarakat, mau tidak mau harus berdiri bersama untuk bertahan dari gempuran-gempuran globalisasi dan digitalisasi dan memanfaatkan momentum globalisasi dan digitalisasi tersebut.

"Hal ini dapat dilakukan dengan cara peningkatan pendapatan negara serta optimalisasi dan efisiensi mengatur belanja negara agar pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat tetap terlaksana dengan baik," ucapnya.

Alfiker menjelaskan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara tidak langsung juga mendapatkan imbas negatif dari ketidakstabilan ekonomi global tersebut.

Hal ini disebabkan oleh besarnya dana APBN yang mengalir ke daerah, baik berupa belanja Kementerian/Lembaga maupun dana perimbangan yang ditransfer pemerintah pusat, meskipun Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah.

"Pendapatan dan Belanja yang sehat sangat penting untuk mendukung perekonomian yang sehat. Untuk menjadikan negara dan daerah yang sehat, berdaulat, adil dan makmur, sekaligus merupakan alat pemerintah untuk stabilisasi di tengah gejolak perekonomian," ujar Alfiker

Dia mengimbau Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel juga berusaha untuk mengelola APBD secara bijak dan harus tepat sasaran, selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Pusat yang disesuaikan dengan kondisi daerah.

"Misalnya, untuk pembangunan infastruktur serta peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan," ucapnya. (Bangkapos.com /Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved