Bupati Markus Terima Audiensi Guru Honorer dan Operator Sekolah

Bupati Bangka Barat, Markus melakukan audiensi dengan para perwakilan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT)

Bupati Markus Terima Audiensi Guru Honorer dan Operator Sekolah
Ist
Bupati Markus SH didampingi Kepala BPKAD Abimanyu, staf ahli Bupati Antoni Pasaribu saat menerima audiensi guru honorer dan operator sekolah, Senin (28/10) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Barat, Markus melakukan audiensi dengan para perwakilan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) dalam hal ini operator sekolah di wilayah Bangka Barat di ruang kerja Bupati Markus, Senin (28/10) sore.

Kedatangan guru honorer dan operator Dapodik itu untuk menyampaikan sejumlah hal berkaitan dengan kesejahteraan mereka sebagai tenaga honorer.

Bupati Markus dalam audiensi ini menjelaskan, hak gaji guru honorer dan operator sekolah di Bangka Barat menjadi atensi khusus untuk diperjuangkan menjadi lebih layak.

Sebab, kesejahteraan guru yang memadai diyakini akan meningkatkan kualitas pembelajaran di Bangka Barat.

"Saya sangat mengerti dengan kesejahteraan bapak/ibu guru honorer selama ini. Saya akan berusaha meninjau lagi lewat APBD Perubahan karena APBD 2020 sudah selesai dibahas Pemda dengan DPRD," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Kepala Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Abimanyu menerangkan, memang saat ini gaji guru honorer hanya bersumber dari gaji mereka sebagai GTT dan PTT.

"Betul bahwa ada kebijakan dari pusat soal dana BOS tidak bisa lagi untuk belanja pegawai, artinya pendapatan mereka hanya bersumber dari gaji sebagai GTT. Kalau dulu penghasilan mereka selain dari gaji GTT, juga ada honorarium kegiatan dari BOS. Ini juga kita pikirkan apakah bisa di APBD Perubahan tapi kan ada mekanismenya, termasuk pembahasan dengan dewan," jelas Abimanyu.

Menurut Abi-sapaan karib Abimanyu-pemda Bangka Barat sudah mengusulkan dan disetujui dewan perihal kenaikan gaji guru honorer sebesar Rp. 250.000 sesuai latar belakang pendidikan yang bersangkutan.

"Ini sudah kita rancang di APBD 2020. Terus juga untuk BPJS kesehatan sudah kita siapkan untuk PTT GTT kita," tandasnya.

Henny, salah satu guru honorer yang hadir bilang memang selama ini ada peningkatan tapi juga ada penurunan soal gaji teman-teman honorer.

"Yang meningkat itu gaji bulanan para tenaga honorer misalnya dari Rp. 1.000.000 bisa jadi Rp. 1.500.000, sementara yang menurun yang jelas sebelumnya guru honorer dapat dari dana BOS, tapi sekarang tidak bisa lagi dana BOS digunakan untuk gaji pegawai," tutur Henny.

Dirinya berharap, dengan audiensi ini gaji guru honorer dan operator sekolah bisa disesuaikan minimal sesuai UMR.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved