Breaking News:

Berita Pangkalpinang

111 Lulusan Stikes Citra Delima Diwisuda, Gubernur Erzaldi Berpesan Soal Tantangan SDM Kesehatan

Rinciannya enam lulusan dari program studi (prodi) D3 Kebidanan, 74 lulusan produ Ilmu Keperawatan, dan 31 lulusan prodi profesi Ners.

Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: Ardhina Trisila Sakti
bangkapos.com/ DEDY Q
Ketua Stikes Citra Delima Kepulauan Babel Hendra Kusumajaya memindahkan tali toga pada acara wisuda lulusan Stikes Citra Delima Kepulauan Babel di Soll Marina Hotel, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Rabu (30/10/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 111 lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Citra Delima Kepulauan Bangka Belitung diwisuda, Rabu (30/10/2019).

Rinciannya enam lulusan dari program studi (prodi) D3 Kebidanan, 74 lulusan produ Ilmu Keperawatan, dan 31 lulusan prodi profesi Ners.

Upacara dan sidang senat terbuka berlangsung di Soll Marina Hotel, Pangkalanbaru, Bangka Tengah dan dihadiri para sivitas akademika, pendiri Stikes Citra Delima, tamu undangan, dan ratusan orangtua wisudawan/wisudawati.

Ketua Stikes Citra Delima Babel Hendra Kusumajaya mengatakan, selama 10 tahun, Stikes Citra Delima telah meluluskan delapan angkatan prodi D3 Kebidanan, enam angkatan prodi Ilmu Keperawatan, tiga angkatan prodi profesi

Ners. Pada 2019 ini, sebanyak 111 wisudawan dari tiga prodinya kembali diluluskan.

Saat ini Stikes Citra Delima juga telah menerapkan pelatihan klinis, sertifikasi keahlian, dan pelajaran bahasa Inggris dan Arab kepada para mahasiswanya guna menyiapkan para lulusan agar bisa bersaing di negara-negara lain.

"Semoga ke depannya kita bisa meningkatkan kualitas, terutama dalam pelayanan akademik, membuka prodi-prodi baru, dan dapat berkembang menjadu universitas," kata Hendra.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman hadir pada acara wisuda ini. Dia menyampaikan orasi ilmiahnya pada upacara wisuda ini.

Orasi yang disampaikan berjudul Pendidikan dan Tantangan Global Pembangunan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Era Revolusi Industri 4.0.

Dalam orasi ilmiahnya, Erzaldi Rosman menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam mencetak generasi.

Peran orangtua sangat diharapkan dalam pendidikan karakter ini agar SDM siang menghadapi masa depan. Pendidikan karakter adalah modal mengadapi tantangan global

Pencetakan SDM Kesehatan di tengah tantangan global dan Revolusi Industri 4.0 dinilai sangat erat kaitannya dengan perubahan yang cepat serta pengusaaan bahasa dan teknologi kesehatan.

Pendidikan di bidang kesehatan diminta menyiapkan diri menghadapi hal ini baik dari sisi kemampuan dan mental.

"Tantangan global ini sangat luar biasa ke depan. Teknologi harus mampu digunakan secara positif. Handphone bisa apa saja, termasuk belajar jarak jauh. Bahasa sekarang, tak hanya komunikasi konvensional, tetapi ada juga bahasa artificial, bahasa data, bahasa komputer. Kalau mau maju, teknologi kesehatan harus betul-betul dimanfaatkan," katanya.

(bangkapos.com/ Dedy Qurniawan)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved