Bupati Bangka Barat Markus Minta Rencanakan Pernikahan Secara Matang

Tingkat pernikahan usia dini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat mengkhawatirkan lantaran menempati peringkat ketiga seluruh Indonesia

Bupati Bangka Barat Markus Minta Rencanakan Pernikahan Secara Matang
Ist
Bupati Bangka Barat Markus SH berpose bersama peserta sosialisasi GenRe Bangka Barat di gedung graha aparatur, Rabu (30/10) 

BANGKAPOS.COM--Tingkat pernikahan usia dini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat mengkhawatirkan lantaran menempati peringkat ketiga seluruh Indonesia.

Tingginya prosentasi pernikahan usia dini di Babel disinyalir memicu meningkatnya kasus perceraian. Hal itu karena mereka belum bisa mempersiapkan kehidupan rumah tangga dengan baik.

"Kasus perceraian di Pengadilan Agama mengalami peningkatan signifikan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kepulauan Babel, Susanti, medio September lalu.

Menyikapi keprihatinan ini, Bupati Bangka Barat, Markus SH, meminta generasi muda di daerah itu untuk merencanakan pernikahan secara lebih matang.

"Kita bisa melihat, bahwa pernikahan usia dini menjadi salah satu penyebab perceraian di daerah kita. Sebab itu, saya selalu menekankan kepada adik-adik, generasi muda Bangka Barat, bahwa menikah haruslah terencana dengan matang," kata Markus saat menghadiri sosialisasi generasi berencana (GenRe) dalam rangka penyiapan perencanaan kehidupan bagi remaja Babar di graha aparatur, Rabu (30/10) pagi.

Sementara Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga perwakilan BKKBN Babel, Isnaini SE menjelaskan, untuk menurunkan angka usia kawin pertama, BKKBN mengembangkan materi penyiapan generasi berencana dalam rangka penyiapan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan, berkarir dalam pekerjaan, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Program GenRe ini, jelas Isnaini, ditujukan bagi remaia usia 10 sampai 24 tahun yang belum menikah melalui wadah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) dan keluarga yang memiliki remaja serta masyarakat peduli remaja melalui wadah Bina Keluarga Remaja (BKR).

"Adapun tujuan digelarnya sosialisasi GenRe di Bangka Barat yakni meningkatkan promosi, kuantitas, dan kualitas kegiatan GenRe, serta meningkatkan pengetahuan pengelola GenRe tentang penyiapan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

Sasaran kegiatan ini diikuti 75 orang terdiri dari remaja usia 10-24 tahun, pengelola kelompok BKR, OPD KB dan dan PKB/PLKB," beber Isnaini.

Penulis: iklan bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved