Mengenal Juma, Pria yang Dipercaya Racik Kopi Latte Khusus untuk Gubernur Bangka Belitung

Sekilas tidak ada yang istimewa dari pegawai honor di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan ini.

Mengenal Juma, Pria yang Dipercaya Racik Kopi Latte Khusus untuk Gubernur Bangka Belitung
Bangka Pos/Dedi Q
Juma dipercaya meracik kopi khusus untuk Gubernur Babel 

Mengenal Peracik Kopi Latte Khusus untuk Gubernur

* Cuma Juma yang Bisa Bikin Erzaldi Tertawa Lepas

BANGKAPOS.COM, BANGKA - JUMADI nama asli pria ini. Tapi dia lebih senang dipanggil Juma, karena katanya lebih enak didengar dan agak kekinian.

Perawakannya tidak terlalu tinggi dengan postur tubuh tampak tegap dan berotot.

Sekilas tidak ada yang istimewa dari pegawai honor di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan ini.

Bahkan penampilannya pun terkesan biasa-biasa saja.

Namun, berkat sentuhan tangan Juma inilah yang membuat kopi Gubernur Babel Erzaldi Rosman terasa lebih nikmat.

"Saya tahu ukuran kopi pak gubernur, biji kopi 18 gram diblender lalu airnya sekitar 40 mili liter. Pakai susu cair Diamond, sekitar 40 mili liter, nah dapat secangkir kopi latte yang pas. Kopi itu enak diminum hangat," kata Juma di sela kesibukannya di Kantor Gubernur Babel, Senin (28/10).

Juma bukan ahli kopi apalagi disebut barista. Tapi , kopi racikan pria kelahiran Koba 41 tahun lalu ini, membuat Erzaldi tak mau berpaling ke lain hati.

Berbekal panduan dari internet, Juma berhasil membuat kopi yang disuka suami dari Melati ini.

Sampai saat ini, hanya Juma satu-satunya orang yang dipercaya menyajikan kopi untuk gubernur, termasuk soal masakan lempah kuning.

"Saya senang belajar, coba-coba bikin kopi. Kalau memasak, kami diajarkan orangtua dari kecil. Soal lempah kuning, bapak suka buatan saya. Katanya pas, baik terasi, kunyit dan cabai," ujarnya.

Jalan Juma bisa dikenal gubernur tak diduga-duga.

Juma awalnya petugas honorer pemadam kebakaran di Kabupaten Bangka Tengah tahun 2011 lalu.

Saat itu, Erzaldi menjabat Bupati Bangka Tengah. Pada satu kesempatan, tingkah laku Juma membuat orang nomor satu di Babel ini kepincut.

"Waktu Pak Erzaldi jadi gubernur tahun 2017, saya diajak juga. Awalnya saya bikin kopi biasa, terus sering bercanda, tapi bapak tidak marah. Malah kadang pak gub tertawa," ungkap Juma.

Juma mengaku jalan hidupnya tak mulus. Sejak kelas 3 SD dia sudah bekerja menjadi caddy golf di lapangan golf PT Koba Tin.

Dia masih ingat dulu sering membawa tas istri bos PT Koba Tin asal Australia, Petterson.

"Saya ini bekerja apa saja, yang penting halal. Masih SD sudah bantu orangtua, sekolah sambil kerja," katanya seraya menyebutkan kini memiliki rumah di kawasan Gandaria, Pangkalpinang.

Sementara, Erzaldi tertawa lepas saat mendengar nama Juma disebut.

Erzaldi mengaku hanya pada Juma dirinya tak bisa marah, meski kadang tingkahnya membuat kesal.

"Dia itu saya angkat sampai menjadi apa-apa sekarang, maksudnya siapa sih Juma. Tapi dia bisa bikin saya tertawa. Kalau saya lagi stres, ya sasarannya Juma inilah," ungkap Erzaldi.

Gubernur menyebutkan tingkah Juma yang membuat jengkel tidak sampai membuat dirinya marah.

"Bayangkan, kalau ada tamu atau siapa saja, cewek ini. Dia itu bolak-balik, kadang cari perhatian. Kalau orang lain, saya marah, tapi sama dia, malah jadi bikin senyum-senyum. Kata orang Bangka, ada gaya aloi," ujarnya.

Erzaldi terkesan pada Juma karena semangat dan rajin bekerja.

Nilai lebih seorang Juma yang sederhana itulah membuat gubernur terkesan dan mengangkatnya sebagai peracik kopi. (Bangka Pos/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved