TPID Rakor se-Bangka Belitung Bahas Inflasi, Pangkalpinang Tertinggi

Inflasi di Kota Pangkalpinang mencapai 5,21 persen dan tertinggi untuk tingkat kota di Bangka Belitung.

TPID Rakor se-Bangka Belitung Bahas Inflasi, Pangkalpinang Tertinggi
Bangkapos/irakurniati
Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah di Sahid Hotel, Selasa (29/10/2019) 

TPID Se-Bangka Belitung Bahas Inflasi, Pangkalpinang Tertinggi

BANGKAPOS.COM - Inflasi di Kota Pangkalpinang mencapai 5,21 persen dan tertinggi untuk tingkat kota di Bangka Belitung.

Menekan angka inflasi di sejumlah kabupaten/kota, Tim Pengendali Inflasi Daerah Se-Bangka belitung dikumpulkan untuk menggelar rapat koordinasi membahas upaya menekan inflasi dan sinergi membangun pertumbuhan ekonomi, Selasa (29/10/2019).

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, mengatakan, beberapa faktor pendorong inflasi seperti harga sayur bayam, ikan, buah-buahan maupun ayam, disebabkan karena transportasi dan sulitnya menghasilkan produk tersebut.

Untuk menekan inflasi di Bangka belitung, menurutnya perlu dibangun sinergi dan bekerja sama.

"Untuk itulah jika seluruh kabupaten/kota hadir maka kita memahami grand desain kita seperti apa. Kita juga bisa bekerja sama menekan inflasi ini, karena kerja ini tidak bisa sendiri," kata Molen.

Dia mengatakan, upaya yang bisa menekan inflasi di Pangkalpinang satu diantaranya yakni dengan pembangunan pelabuhan yang ditempatkan sebelum Jembatan Emas. Rencana ini dirasa mampu memilimalisirkan angka inflasi karena laju perekonomian akan semakin mudah dengan adanya pelabuhan tersebut.

"Kalau memungkinkan kami harap ada pelabuhan khusus di Pangkalpinang ini sebagai laju perekonomiannya," kata Molen.

Sementara, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, menambah, mengapresiasi kegiatan rakor yang diadakan untuk mengetahui data inflasi dan bisa mengambil sikap maupun kebijakan terkait hal tersebut. Diakui Erzaldi, saat ini perekonomian di Babel tidak bejalan baik, disebabkan imbas perang dagang Amerika dan China. Tiga komoditi terbesar di Babel diantaranya timah maupun lada saat ini sedang anjlok.

Untuk meningkatkan pertumbuhan tersebut, pemerintah kabupaten/kota diharapkannya dapat membentuk inovasi dan kreativitas dalam menumbuhkan ekonomi kreatif. Sektor pariwisata bisa diunggulkan sebagai pendukung pembangunan. Namun, yang perlu diperhatikan agar pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil bisa meningkat. Caranya, menurut Erzaldi, dengan membina dan memberdayakan UMKM masuk dalam paket pariwisata yang ditawarkan suatu daerah.

"Inflasi jangan dianggap enteng. Namun angka ini tidak boleh terlalu turun maupun naik, yang mesti kita pikirkan itu bagaimana pertumbuhan juga meningkat," ujar orang nomor 1 di Babel itu.

Erzaldi juga mengapresiasi kegiatan ini agar kabupaten/kota sama-sama bersinergi membantu stabilnya perekonomian di Babel untuk kesejahteraan masyarakat.

(bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved