Rabu, 13 Mei 2026

Ingat Ical dan Flo di Film Laskar Pelangi? Begini Cantik dan Tampannya Mereka Setelah Dewasa

Namun rupanya setelah lulus kuliah, dirinya mendapat tawaran bekerja di salah satu hotel di Belitung yang akhirnya dipilih dia.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Istimewa/Posbelitung
Zulfani dan Marcella el Jolla Kondo 

Kini Marcella El Jolla Kondo makin menawan dengan rambut panjangnya.

BANGKAPOS.COM,BELITUNG-- Masih ingat si cantik 'Flo' dalam film Laskar Pelangi? Setelah 11 tahun memerankan karakter Flo, murid kaya yang memilih pindah ke SD Muhammadiyah Gantong kini telah dewasa.

Jika dulu ia dikenal dengan rambut sebahunya, kini Marcella El Jolla Kondo makin menawan dengan rambut panjangnya. Ia kini juga bekerja sebagai General Manager Secretary dan Public Relations di Hotel Santika Premiere Beach Resort Belitung.

Setelah berperan dalam film yang diangkat dari novel fenomenal Andrea Hirata, Jolla memilih melanjutkan pendidikannya. Hari-harinya juga difokuskan kuliah.

Ia pun telah menamatkan pendidikannya di London School of Public Relations pada pertengahan 2018 lalu.

Semasa kuliah, wanita kelahiran Malaysia, 22 Mei 1996 ini juga memang telah tertarik dengan dunia perhotelan.

Makanya ia pun magang di suatu hotel di Jakarta hingga ditawari bekerja di sana.

Namun rupanya setelah lulus kuliah, dirinya mendapat tawaran bekerja di salah satu hotel di Belitung yang akhirnya dipilih dia.

"Jolla memilih untuk kerja di Belitung saja, biar lebih dekat dengan orang tua,"  ungkap Jolla kepada Posbelitung.co.

Selain karena merasa nyambung dengan jurusan kuliahnya, menurut Jolla, bekerja di hotel juga bisa mengasah kreativitasnya.

Apalagi ketika harus mengadakan event, banyak hal yang bisa membuatnya terus belajar.

Disinggung soal asmara, Jolla pun malu-malu mengatakan kini memang ia telah memiliki kekasih.

"Sudah lah," ujarnya singkat.

* Marcella el Jolla Kondo Akui Peran Flo di Film Laskar Pelangi Berpengaruh untuk Hidupnya

"Kalau bertemu orang Belitung, kebanyakan masih ingat.

Tapi kalau ketemu dengan orang luar, sudah banyak yang gak kenal.

Mungkin karena udah jauh beda, kalau dulu kan aku masih SD, sekarang sudah kerja," ujar Marcella el Jolla Kondo atau akrab disapa Jolla, pemeran si cantik Flo dalam film Laskar Pelangi. 

Saat berperan di film Laskar Pelangi kala itu Marcella el Jolla Kondo masih berusia 12 tahun. Kini Jolla telah berusia 23 tahun.

Penampilannya yang polos ala seorang pelajar berambut sebahu, kini tampak semakin cantik dengan rambut hitam panjangnya.

"Kalau sama orang luar biasanya selalu dikenalin sama teman atau orang Belitung. Dikasih tahu, kalo aku itu Flo Laskar Pelangi, gitu," ceritanya, Rabu (31/10/2019) malam.

Marcella El Jolla Kondo pemeran Flo Laskar Pelangi.
Marcella El Jolla Kondo pemeran Flo Laskar Pelangi. (posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Memiliki pengalaman berakting dalam film garapan Riri Riza dan Mira Lesmana juga tak dipungkirinya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam hidupnya.

Termasuk ketika mencari kerja di Belitung.

Semua masyarakat yang tahu Laskar Pelangi tentu menjadikan sosoknya mendapat nilai tambah.

"Kalau kenalan memang jadi lebih mudah karena pas orang tahu aku pemeran Laskar Pelangi, orang sudah suka duluan," kata dia.

Namun baginya, itu hanya daya tarik awal semata.

Selebihnya wanita yang kini bekerja sebagai General Manager Secretary dan Public Relations di Hotel Santika Premiere Beach Resort Belitung ini tetap memacu diri dengan pencapaian yang baik.

Setelah 11 tahun berlalu, kata dia, komunikasi dengan semua teman-teman pemeran Laskar Pelangi memang tetap dijaga.

Bahkan mereka memiliki grup WhatsApp.

Tapi untuk bertemu memang jarang karena kesibukan masing-masing.

"Karena ada sebagian yang di Belitung, ada juga yang di luar kota. Jadi jarang ketemu," tuturnya.

* Kabar Terbaru Zulfani Pasha Pemeran Ikal 

Selain Marcella El Jolla Kondo, Masih ingat film Laskar Pelangi? Film ini yang membuat dunia pariwisata di Belitung bangkit.

Satu pemainnya yakni Zulfani Pasha, membawa kabar membanggakan.

Ia menjadi bagian di balik layar film terbaru Joko Anwar, yakni Gundala.

Di film itu ia ambil bagian sebagai Asisten Sutradara II, langsung di bawah Joko Anwar.

Awal mula ia bergabung di sana karena ia ditawari temannya sesama kru film saat di film layar lebar A Man Called Ahok, Tommy Dewo.

"Dia bilang, 'mau ngga gabung sama tim Gundala?'. Dia beri skenario dan orang yang terlibat di dalamnya.

Akhirnya saya terima tawarannya," kata Zulfani kepada posbelitung.co, Minggu (29/9/2019).

Selama syuting ia mendapatkan banyak ilmu dari orang-orang yang ahli di bidangnya, seperti sang sutradara Joko Anwar.

Ilmu ini akan ia gunakan untuk bekal membangun dunia perfilman di Belitung.

"Mas Joko tahu saya sebagai pemeran di Laskar Pelangi. Tahu juga sudah lulus dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jadi mungkin itu pertimbangannya ia setuju saya bergabung jadi timnya di Gundala," kata lelaki kelahiran 7 Juni 1996 ini.

Saat ini, ia bergabung dengan Production House (PH) The United Team of Art yang akan memproduksi film-film bertema urband legend dari 34 provinsi di Indonesia. Ia bergabung dengan PH ini karena sebuah tujuan mulia.

"Saya ingin membawa cerita lokal Belitung bergaung di tingkat nasional, bahkan bisa ke internasional nantinya. Seperti cerita Padang Buang Anak atau Legenda Genting Apit. Banyak potensi cerita dan budaya Belitung yang bisa diangkat dalam bentuk film," tuturnya.

Dunia perfilman baginya tidak asing lagi. Ia berperan sebagai Ikal di Film Laskar Pelangi, berperan sebagai Alif di Negeri 5 Menara, kru di film A Man Called Ahok, dan sering membuat film-film pendek yang bisa ditonton di kanal youtubenya.

Sejak membintangi Laskar Pelangi, ia mencurahkan hidupnya di bidang ini. Ia mengambil kuliah jurusan Perfilman di IKJ dan lulus pada Desember 2017 lalu. Menurutnya di bidang ini dirinya bisa berkontribusi terhadap pariwisata Belitung. Zulfani ingin mempromosikan Belitung dengan caranya sendiri.

"Rencana sekarang bergabung dengan PH. Kemudian rencana ke depan ingin mempromosikan Belitung lewat film-film yang saya produksi sendiri. Mungkin beberapa tahun yang akan datang bisa terealisasi," jelas lelaki yang mengidolakan Peter Jackson ini.

Zulfani sempat bercerita mengenai tugas akhirnya di Perfilman IKJ berupa film pendek. Saat itu ia ingin mengangkat cerita Belitung yakni Antu Bubu. Ia berusaha mencari dukungan dan sponsor ke pemerintahan di Pulau Belitung, termasuk ke dinas terkait. Namun ia menyayangkan tak mendapat respon yang positif.

"Bahkan tak ada sama sekali respon dari pihak terkait. Saya tidak ingin memojokkan pihak mana pun. Hanya ingin menyampaikan apa adanya saja. Seharusnya didukung juga masyarakat yang ingin berkontribusi memajukan pariwisata dengan caranya sendiri tapi tetap ada pertanggungjawabannya," ucap Zulfani yang akhirnya menyelesaikan tugas akhirnya berupa film pendek memakai dana pribadi dan dibantu teman-temannya.

Menurutnya pariwisata di Belitung saat ini sudah berkembang pesat. Namun, perlu didukung oleh masyarakat untuk mempromosikannya lebih gencar. Seperti orang-orang Belitung di luar Belitung, lanjutnya, yang tengah studi atau bekerja bisa mengenalkan Belitung lebih dalam lagi.

"Banyak loh yang taunya Bangka dan Belitung itu satu. Padahal kan dipisahkan sama laut. Dengan begitu kita juga bisa membantu pemerintah dalam mempromosikan daerah kita," tutur alumnus SMA N 2 Tanjungpandan ini.

Anak kedua dari empat bersaudara ini berharap Belitung bisa seperti Bali, di mana wisatanya diserbu wisatawan mancanegara namun tetap mengedepankan dan melestarikan budaya tradisi lokal.

"Lebih dari itu masyarakat bisa menyaring hal-hal baru yang masuk ke masyarakat Belitung. Tidak semuanya bisa diserap oleh budaya dan tradisi lokal," harapnya.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Zulfani bersama Sutradara Gundala Joko Anwar dan asisten sutradara I, II, dan III.
Zulfani bersama Sutradara Gundala Joko Anwar dan asisten sutradara I, II, dan III. (ist)
Behind the scene saat Zulfani jadi kru film A Man Called Ahok (baju kuning) dan Putrama Tuta sang sutradara (baju biru).
Behind the scene saat Zulfani jadi kru film A Man Called Ahok (baju kuning) dan Putrama Tuta sang sutradara (baju biru). (ist)
Di belakang layar Zulfani sebagai Second Assistant Director bersama Tommy Dewo First Assistant Director di film Gundala.
Di belakang layar Zulfani sebagai Second Assistant Director bersama Tommy Dewo First Assistant Director di film Gundala. (ist)
Zulfani bersama Sutradara Gundala Joko Anwar dan asisten sutradara I,II, dan III.
Zulfani bersama Sutradara Gundala Joko Anwar dan asisten sutradara I,II, dan III. (ist)

(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved