Berita Pangkalpinang

Maestro Jazz Indonesia, Idang Rasjidi Pulang Kampung Tampil di Bangka Jazz Festival 2-3 November

Bangka Jazz Festival segera tampil menghibur masyarakat Bangka pada tanggal 2-3 November 2019 di Babel Bhay Park Pangkalpinang

Maestro Jazz Indonesia, Idang Rasjidi Pulang Kampung Tampil di Bangka Jazz Festival 2-3 November
(bangkapos.com/Cici Nasya Nita).
Siaran langsung Radio Sonora dengan Sang Maestro Jazz Idang Rasjidi Jumat, (1/10/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bangka Jazz Festival segera tampil menghibur masyarakat Bangka pada tanggal 2-3 November 2019 di Babel Bhay Park Pangkalpinang. Festival musik bergengsi ini patut diapresiasi dengan kembali hadirnya maestro jazz kelahiran Kota Pangkalpinang, Idang Rasjidi serta musisi kawakan lainnya.

Idang Rasjidi, sangat antusias terselenggaranya Bangka Jazz Festival.

"Event ini terjadi karena saya putra asli Pangkalpinang. Saya ini anak Sungairangkui. Untuk mewarnai serta mengkontribusikan apa yang menjadi sebagian hidup saya ke masyarakat," kata Idang saat siaran langsung bersama Radio Sonora. Jumat, (1/11/2019).

Dia mengatakan pada tahun ke 47 ini bahwa Jazz adalah kehidupan, Jazz mengajarkan banyak hal baginya. Menurutnya Jazz musik yang paling jujur, di situ ada improvisasi dan keluar begitu murni.

"Saya mainkan dan saya rasakan, sehingga sangat perlu kontribusi dan pengabdian kepada masyarakat di Bangka Belitung hingga akhirnya kita adakan (festival-red) di Pangkalpinang," jelasnya.

Festival ini direncanakan sudah satu setengah tahun yang lalu.

Dia juga menuturkan festival ini bagus untuk masyarakat Bangka Belitung, serta dia ingin mengikuti sebuah filsafat bahwa manusia yang baik adalah manusia yang merencanakan dan mampu melaksanakan.

"Kami pun butuh waktu empat bulan membentuk tim dari tidak ada menjadi ada. Bhay Park jadi pilihan karena banyak yang dapat mendukung. Kemudian mendapat sambutan yang baik dari masyarakat dan teman-teman musisi," katanya.

Festival ini akan disemarakan dengan Bedincak serta pertunjukan dengan dua panggung sehingga berbeda dengan pertunjukan biasanya.

"Panggung yang satu selesai yang satu lagi main selang 5 menitan begitu seterusnya. Hal ini menjadi picuan, ini tidak biasa dilakukan di pulau ini. Nanti juga akan ada talent lokal juga. Jangan sampai musisi lokal hanya melihat tapi harus berpartisipasi,"terangnya.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved