Kriminalitas

Muncikari Jual ABG Pangkalpinang di Sungailiat, Begini Yang Terjadi di Kamar Hotel Nomor 116

Kronologis tentang persetubuhan itu juga diakui oleh korban, sebut saja namanya Bunga Mawar (14) kepada Penyidik Polsek Sungailiat Bangka.

Muncikari Jual ABG Pangkalpinang di Sungailiat, Begini Yang Terjadi di Kamar Hotel Nomor 116
(Ist/Sapta/KPAD Babel)
Tersangka Mucikari MR (duduk di kursi kaus hitam) didampingi Anggota Polsek Sungailiat, ketika diintrogasi Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Propinsi Babel, Rabu (30/10/2019) kemarin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Terungkap sudah fakta bagaimana oknum siswi SMP Pangkalpinang 'dijual' di Sungailiat. Berdasarkan pengakuan perempuan Tersangka Mucikari MR dan Tersangka RD alias Babe (47), pria yang menggunakan jasa ABG, kejadiannya seperti ini.

Kronologis tentang persetubuhan itu juga diakui oleh korban, sebut saja namanya Bunga Mawar (14) kepada Penyidik Polsek Sungailiat Bangka.

"Kronologis kejadian (persetubuhan) bermula pada Hari Jumat, Tanggal 13 Oktober 2019 kira-kira pukul 13.00 WIB. Ketika itu Tersangka MR (21) menghubungi teman wanitanya inisial GJ untuk dicarikan laki-laki yang mau ditemani minum-minuman keras, karoke dan berhubungan badan," kata Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono diwakili Kapolsek Sungailiat AKP Dedy Setiawan didampingi Kanit Reskrim Aiptu Reka Otorida kepada Bangka Pos, Kamis (31/10/2019) malam.

Lalu lanjut kapolsek, GJ bertanya pada Tersangka MR, untuk siapa lelaki yang dimaksud. Dijawab oleh Tersangka MR, bahwa lelaki itu untuk dirinya. "Dijawab oleh saksi GJ “untuk siape” dan jawab Tersangka MR “untuk ku lah, tapi kalau ditanya oleh OK, pacarku bahwa laki-laki tersebut untuk Bunga Mawar (nama samaran korban bawah umur) dan Bunga Melati (nama samaran rekan korban usia bawah umur)," ungkap kapolsek mengutip percakapan antara Mucikari MR dengan Saksi GJ.

Kemudian di hari yang sama, pada malam harinya, sekitar Pukul 20.00 WIB, GJ
mendatangi rumah kontrakan Tersangka MR di Gang Raya Sungailiat. Saat GJ tiba di rumah tersebut, Tersangka MR kembali bertanya masalah laki-laki hidung belang yang dimaksud, apakah sudah ada atau belum.

"Tak berapa lama, GJ mendapatkan telepon dari Tersangka Babe yang mengajak minum– minuman keras di Warung Anon di Jelitik. Mengetahui hal tersebut, Tersangka MR berkata kepada GJ "Ku kek Babe ge jadi".

Setelah itu Tersangka MR bersama dengan GJ, Bunga Mawar (korban bawah umur) dan Bunga Melati (rekan korban bahwa umur) pergi menemui Babe di Jelitik dengan menggunakan satu unit mobil merk Daihatsu Sigra warna abu–abu," lanjut Kapolsek, masih mengutip pengakuan tersangka dan juga korban.

Singkat cerita, malam itu mereka bertemu Tersangka Babe. Saat itulah Babe mengatakan kepada GJ bahwa akan mengajak Tersangka MR menginap, namun Tersangka MR tidak bisa, sehingga kemudian Tersangka MR memanggil Bunga Mawar (Korban) dan Bunga Melati (rekan korban) dan berkata "Orang tu nek nginep, mami dak pacak, nek dak kek ikak lah. Men dak ikak terima kite dak berduit agik untuk bayar kos kek makan. Ni ge demi mami nek nyusu".

Tersangka MR menawarkan kepada korban dan rekan korban untuk melayani nafsu syahwat Babe, demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Namun kedua korban tak langsung menjawab. Korban, Mawar awalnya menyuruh rekannya, Melati yang melayani nafsu Babe, namun Melati menolak.

"Lalu korban (Mawar) berkata “Ki la Melati, tapi jawab Melati “Kawa ku, se ge ku baru sekali tulah". Hingga kemudian korban (Mawar) melamun sejenak dan kemudian berkata. “Aoklah pun ku bai mi, ni demi mami (MR)," kata kapolsek, masih mengutip pengakuan korban dan tersangka.

Setelah itu Tersangka MR, GJ dan seorang pria inisial BR, selaku sopir mobil meninggalkan korban (Mawar)dengan Babe di warung tadi. "Sekitar pukul 23.00 WIB, Babe membawa korban (Mawar) ke Hotel Sejati Sungailiat dan di dalam kamar hotel nomor 116 , Babe melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban (Mawar)," kata kapolsek.

Hubungan seks yang terjadi di hotel ini berlangsung beberapa saat. Tersangka Babe kemudian memberikan sejumlah uang kepada korban. Namun korban yang menerima uang tersebut menyerahkan uang tadi kepada "Mami" Tersangka MR, selaku mucikari.

"Setelah selesai (bersetubuh), Babe memberikan uang kepada korban (Mawar) sebesar Rp 700 Ribu (sebelumnya keterangan polisi Rp 1 Juta). Kemudian oleh korban (Mawar), uang yang berikan Babe diberikan seluruhnya kepada Tersangka MR," jelas Kapolsek, saat memberikan keterangan tetap didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Reka Otorida.

Dua ABG Jadi Muncikari Saat Transaksi PSK di Sungailiat - Ketahui Kode Rahasia Prostitusi Jaman Now

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Propinsi Babel, Sapta Qodri Muafi dikonfirmasi Bangka Pos sebelumnya, Kamis (30/10/2019) malam, mengaku sudah datang ke kantor Polsek Sungailiat.

Sapta bersama rekan KPAD Babel bertemu Tersangka MR, dan meminta penjelasan rinci seputar kasus trafficking pada korban, gadis usia bawah umur, yang dimaksud. Proses introgasi yang dilakukan KPAD Babel pada Tersangka MR, didampingi pihak kepolisian sektor setempat. "Kami (KPAD Babel) sudah bertemu tersangkanya (Mucikari Tersangka MR)," tegas Sapta.(Bangkapos.com/Ferylaskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved