Siswi-siswi di Tasikmalaya Terlibat Prostitusi Online Puaskan Pengusaha, Pejabat Hingga Politisi

Pihak kepolisian baru saja membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan pelajar di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi penggerebekan prostitusi 

BANGKAPOS.COM - Kasus prostitusi online tampaknya tak pernah ada habis-habisnya.

Parahnya, kasus prostitusi kini mulai merambah dan menjerat para pelajar masih di bawah umur.

Melansir dari Kompas.com, pihak kepolisian diketahui baru saja membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan pelajar di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Penangkapan Mucikari di Sungailiat, Siswi SMP Pangkalpinang Dibayar Rp 1 Juta Lakukan Hubungan Badan

Ngerinya para pengguna jasa layanan tersebut kebanyakan berasal dari kalangan pejabat dan politikus lokal.

Fakta terungkap dari pengakuan salah satu pekerja seks komersial (PSK) online berinisial Wi (22).

Video Syur Mirip Nagita Slavina Tersebar saat Raffi Ahmad Sedang Asik-asik di Bromo

Wi merupakan salah satu PSK yang berusia paling tua dan baru saja diamankan oleh Satuan Sabhara Polres Tasikmalaya Kota.

Dalam pengakuannya, Wi diketahui mengajak empat orang rekannya yang rata-rata masih berusia pelajar.

Wi mengajak Ay (17), warga Cihideung dan; Fi (18), warga Garut; Fe (16), warga Cihideung dan; Ri (17), warga Indihiang.

Beberapa gadis yang diamankan diduga terkait prostitusi online di Kota Tasikmalaya.
Beberapa gadis yang diamankan diduga terkait prostitusi online di Kota Tasikmalaya. (Tribun Jabar/Isep Heri)

Ia juga mengatakan sering melayani tamu saat weekend, dan biasanya dalam sehari ia bisa melayani dua orang pria hidung belang.

"Dalam sehari paling melayani dua pria, itu pun kalau weekend. Karena kalau hari biasa paling hanya satu pelanggan."

"Pelanggan para pejabat dan politikus serta pengusaha di Tasikmalaya," ungkap Wi dikutip dari Kompas.

Ternyata Hanya Segini Tarif Booking PA Eks Putri Pariwisata Sekali Main Mucikari Dapat Banyak

Ia dan teman-temannya mengaku sudah masuk ke dunia hitam tersebut kurang lebih sekitar dua bulan, dan jasanya ditawarkan melalui aplikasi media sosial.

Namun, meski baru 2 bulan ia mengaku sudah banyak pelanggan yang ingin menggunakan jasanya.

Bahkan transaksi hampir terjadi setiap hari, dengan tarif yang bervariatif.

"Untuk sekali kencan tarif kami mulai Rp 500.000 sampai Rp 700.000. Sementara kalau melayani seharian Rp 2,7 juta, itu sudah sama kamar hotel," ungkapnya.

Putri Amelia Dipulangkan, Sang Ibu Geram dan Akan Lakukan Langkah Ini Demi Masa Depan Putrinya

Sebelumnya pihak kepolisan menangkap lima perempuan belia bersama tiga orang lelaki yang bertindak sebagai mucikari di sebuah hotel.

Kelimanya dijajakan oleh sang mucikari melalui chat di media sosial kepada konsumennya.

Melansir dari Tribun Jabar, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro menuturkan jika saat diamankan pihak kepolisian juga menemukan alat kontrasepsi.

"Saat diamankan ditemukan alat kontrasepsi di lokasi. Dan mereka memang mengakui sudah melayani tamu," kata Dadang

Detik-detik Vanessa Angel Protes dan Tinggalkan Panggung Pesbukers karena Disinggung Soal Rp80 Juta

Menurut laporan, polisi akan menjerat para pelaku bisnis lendir tersebut dengan pasal 2 dan 6 UU No. 21 Tahun 2007 mengenai tindak pidana perdagangan manusia.

"Pelaku perdagangan manusi diancam paling singkat 3 dan paling lama 15 tahun penjara," tambah AKP Dadang Sudiantoro. (Siti Maesaroh)

Berita ini telah terbit di grid.id berjudul Bisnis Prostitusi Online yang Libatkan Pelajar di Tasikmalaya Digerebek, Pelanggannya Ternyata Sekelas Pejabat dan Politikus, Korban: Sehari Layani Dua Pria!

Editor: fitriadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved