Berita Pangkalpinang

Stadion Depati Amir Jadi Arena Balap Liar, Warga Terganggu

Area Stadion Depati amir Pangkalpinang kerap dijadikan sebagai arena balap liar.

Stadion Depati Amir Jadi Arena Balap Liar, Warga Terganggu
Bangkapos/irakurniati
Tampak depan Stadion Depati Amir Pangkalpinang, Jumat (1/11/2019) 

BANGKAPOS.COM - Area Stadion Depati amir Pangkalpinang kerap dijadikan sebagai arena balap liar. Kegaduhan suara motor karena menggunakan knalpot racing membuat warga sekitar maupun masyarakat yang menggunakan area untuk berolahraga menjadi terganggu.

Septi, warga yang sering berolahraga di luar arena stadion merasa resah dengan keberadaan balap liar yang mengganggu aktivitas berolahraganya. Dia mengaku, suara knalpot yang gahar, ditambah lagi ugal-ugalan dan asap knalpot yang pekat membuatnya risih sebagai masyarakat yang menggunakan fasilitas publik.

"biasanya remaja, dibawah 17 tahun kalau saya perhatikan usia mereka. Ganggu kenyamanan sekali," kata Septi, Jumat (1/11/2019).

Hal senada diungkap Sari, warga sekitar, mengaku suara knalpot yang bersaut-sautan satu sama lain kerap didengarnya hampir tiap hari. Biasanya dimulai pukul 17.00 WIB hingga menjelang pukul 18.00 WIB. Diakui Sari, remaja-remaja tersebut pernah ditegur oleh warga, namun tidak digubris malah semakin banyak mengajak teman-temannya.

"yang paling sering itu pas Sabtu atau Minggu. Kalau hari biasa (hari kerja) ada, tapi tidak seramai dan selama waktu libur," tuturnya.

Terpisah, anggota DPRD Pangkalpinang, Dwi Pramono, menuturkan, dirinya pernah mendapatkan laporan serupa dari warga sekitar. Balap liar ini pernah dilakukan penindakan, namun tidak berlangsung lama. Sebab ketika petugas sudah meninggalkan lokasi, mereka melanjutkan kembali.

Dwi mengatakan, area olahraga sebagai ruang terbuka publik ini harus betul dirasakan masyarakat mengenai kenyamanannya. Apalagi didekat pemukiman warga. Politisi PPP ini meminta OPD terkait dalam hal ini dinas perhubungan untuk aktif menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai kawasan stadion yang dijadikan arema balap liar.

"menurut saya perlu adanya petugas yang kontrol kawasan tersebut. Atau dirikan pos jaga sehingga ada rasa takut dari mereka untuk balap atau istilahnya ngtrek," kata Dwi saat dikonfirmasi.

Selain itu, dia meminta dinas perhubungan memasang speed trap yang dapat mengurangi kecepatan kendaraan karena dipasang marka jalan untuk mengurangi laju kecepatan.

Dwi berharap dengan kontrol petugas dan speed trap mampu mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan oknum yang kerap menjadikan area stadion sebagai lokasi balap liar.

(bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved