Berita Bangka Barat

Terlilit Utang 16 Miliyar KUD Bina Tani Sejahtera Ancam 'Selingkuh' dari PT Sawindo

PT Sawindo Kencana Tempilang, Kabupaten Bangka Barat diterpa prahara utang piutang.

Terlilit Utang 16 Miliyar KUD Bina Tani Sejahtera Ancam 'Selingkuh' dari PT Sawindo
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Wakil Ketua KUD Bina Tani Sejahtera, H Syamsuri saat audensi di gedung OR 1 Pemkab Babar, Jumat (1/11/2019) 

BANGKAPOS.COM,BANGKa-- PT Sawindo Kencana Tempilang, Kabupaten Bangka Barat diterpa prahara utang piutang.

Dari hasil rekap tagihanTandan Buah Segar (TBS) Koperasi Unit Desa (KUD) Bina Tani Sejahtera, utang PT sawindo Kencana mencapai Rp 16.080.762.105.

Perusahaan perkebunan sawit tersebut, mulai terbelit hutang dengan KUD Bina Tani Sejahtera sejak, 1 Mei sampai 1 Oktober 2019. Alhasil hubungan kemitraan yang bertahun-tahun mesra, menjadi renggang.

Wakil ketua KUD Bina Tani Sejahtera, H Syamsuri, mengungkapkan sejak terbentuk dan dilantik tanggal 2 Mei 2019 tersebut, pihaknya dibenturkan dengan persoalan utang piutang teraebut.

Persolan ini telah mereka sampaikan pengurus koperasi ke managemen PT Sawindo di Jakarta. Karen tak kunjung ada penyelesaian, sempat terbesit keinginan mereka berselingkuh.

"Per tanggal 2 Mei dilantik. Di usia 6 bulan di bentuk kami dibenturkan dengan persoalan yang sedemikian pelik. Bahkan kami sudah menemui dan meminta pembayaran kepada petinggi Sawindo," ungkap H Syamsuri disela audensi di Gedung OR 1 Pemkab Babar, Jumat (1/11/2019)

"Sampai kami ingin selingkuh, artinya kalau tidak ada biaya operasional panen dan angkutan kami mohon akan menjual dua tiga mobil per kelompok keluar untuk mengambil dana cash dan membayar biaya panen dan angkutan. Apalagi rata-rata pekerja kami dari Lombok sana, mereka butuh dana untuk membayar utang mereka di toko," beber Syamsuri

Menanggapi keluhan mitra perusahaannya, Manager PT Sawindo Kencana, Robi menyebut sejak tahun 1997 sektor perkebunan plasma berjalan mesra. Namun mulai Januari dan puncaknya bulan Mei 2019 sampai sekarang, proses pembayaran memang agak tersendat.

Kendati demikian, pembayaran ada dilakukan namun tidak full sampai berlarut larut hingga utang kian membengkak menjadi Rp 16 miliyar.

Ditambah kondisi harga CPO yang kian memburuk dan 95 persen karyawan merupakan penduduk lokal Tempilang membuat PT Sawindo, harus memutar otak.

"Kondisi perusaahan dengan harga CPO yang sport jantung, ditambah 95 persen kita orang lokal Tempilang jadi banyak yang harus kami pertimbangkan. Dan kami satu satunya perusahaan yang harga jual sesuai pergub. Bisa di kroscek setiap pabrik CPO ada tidak yang mengikuti pergub. Dari Rp 4 Miliar, kami cuma sanggup 1,5 Miliar. Tapi kami tak patah arah kami tetap berusaha, dan ini ada angin segar tetapi itupun tidak bisa kami bayarkan sepenuhnya," jelas Robi menanggapi pernyataan H Syamsuri.

Audensi dihadiri Bupati Bangka Barat Markus, Kapolres AKBP M Adenan, Plt Sekda M Effendi, Kabag Ops AKP robertus Wardana, Kasdim, kepala OPD, asisten serta pengurus KUD Bina Tani Sejahtera. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved