Warning Bupati Markus Soal Piutang PT Sawindo: Segera Selesaikan!

Bupati Bangka Barat, Markus SH, menaruh atensi khusus terkait prahara hutang piutang yang membelit PT Sawindo Kencana Tempilang

Warning Bupati Markus Soal Piutang PT Sawindo: Segera Selesaikan!
Ist
Bupati Markus didampingi Plt Sekda M. Effendi, Kapolres AKBP M. Adenan, dan Kasdim 0431/Babar 

BANGKAPOS.COM--Bupati Bangka Barat, Markus SH, menaruh atensi khusus terkait prahara utang piutang yang membelit PT Sawindo Kencana Tempilang. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Markus menegaskan akan memanggil direktur perusahaan dari Jakarta jika masalah ini tak segera diselesaikan.

"Untuk Pak Robby dan Pak Haidir dari PT Sawindo, tolong sampaikan aspirasi warga Tempilang ini ke pusat. Saya terkejut, waktu kepala dinas koperasi UKM melaporkan adanya masalah ini. Selama ini saya lihat koperasi dan pihak Sawindo mesra-mesra saja. Baru 6 bulan belakangan agak renggang karena masalah utang. Saya harap masyarakat tidak perlu demo-demo. Kita selesaikan dengan baik, kalau ini tidak cepat selesai, saya akan panggil direktur Sawindo ke Bangka Barat," tegas Bupati Markus saat menerima audiensi pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Bina Tani Sejahtera Tempilang di OR 1, Jumat (1/11).

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku sangat memahami suasana kebatinan para pengurus koperasi ini, karena mereka 'dikejar-kejar' anggotanya. Sebab itu, dia kembali meminta diselesaikan dengan baik, karena kerja sama kedua pihak sejatinya saling menguntungkan.

Suasana berlangsungnya Rakor di OR 1 Pemkab Bangka Barat, Jumat (1/11)
Suasana berlangsungnya Rakor di OR 1 Pemkab Bangka Barat, Jumat (1/11) (Ist)

"Kalau Pak Robby sungkan menyampaikan, maka saya akan undang direktur ke Muntok dan kalau pun tidak datang, saya yang akan ke Jakarta," kata Markus.

Seperti diketahui, pagi tadi, puluhan warga dan juga pengurus koperasi bina tani sejahtera Tempilang mendatangi Pemkab Bangka Barat untuk menyampaikan aspirasi terkait hak anggota koperasi yang belum dibayar PT Sawindo sejak 1 Mei hingga 1 Oktober 2019. Alhasil, hubungan kemitraan yang bertahun-tahun mesra pun renggang.

Berdasarkan hasil rekap tagihan Tandan Buah Segar (TBS) Koperasi Unit Desa Bina Tani Sejahtera, utang PT Sawindo Kencana mencapai angka fantastis yakni Rp 16 miliar lebih.

Senior Manager PT Sawindo, Haidir mengakui, memang situasi 3 tahun belakangan harga CPO tengah jatuh. Bahkan, industri karet juga hancur lebur.

"Dilematisnya, di satu sisi ada tuntutan hak warga Tempilang, tapi di sisi lain perusahaan punya kewajiban juga membayar gaji karyawan dan bagaimana perusahaan ini bisa tetap survive. Tapi ada kabar baik dalam pertemuan hari ini. Terkait hutang ini, yang bisa kita jamin hari senin 4 November 2019 akan ada transfer sejumlah Rp. 1-1,5 miliar. Mengenai sisanya Rp. 2,5 miliar akan ditransfer di minggu ketiga November," jelas Hadir.

Selain itu, Haidir bilang komitmen PT Sawindo, mulai tanggal 1-31 November 2019, buah yang masuk akan dibayar lunas plus Rp. 500 juta angsuran hutang, supaya semua sama-sama jalan.

"Sebab, kalau ditekan harus membayar hutang Rp. 4 miliar, hutangnya bertambah lagi, karena kita juga memikirkan karyawan dan kewajiban perusahaan yang lain.

Etikat baik PT Sawindo lantas diapresiasi Kapolres Bangka Barat, AKBP M. Adenan.

"Berdasarkan rakor hari ini, saya melihat ada etikat baik. Dimana ada hal yang tadinya sampai 2 bulan bisa 1 bulan. Saya harap, PT Sawindo segera membereskan persoalan piutang yang menjadi hak koperasi silakan diupayakan maksimal. Sebab namanya hutang piutang, makin lama makin pusing. Pihak Sawindo membutuhkan koperasi, begitu juga sebaliknya sesuai perjanjian kerja sama dari tahun 1996 silam," pungkas AKBP Adenan.

Selain Bupati Bangka Barat Markus, Kapolres AKBP M Adenan, turut hadir Plt Sekda M Effendi, Kabag Ops AKP robertus Wardana, Kasdim, kepala OPD, asisten serta pengurus KUD Bina Tani Sejahtera.

Penulis: iklan bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved