Berita Pangkalpinang

Investor Tertarik Perdagangan Pasar Fisik Timah di JFX

Perdagangan pasar Fisik Timah di Bursa Berjangka Jakarta / Jakarta Futures Exchange (JFX) menarik perhatian investor.

Investor Tertarik Perdagangan Pasar Fisik Timah di JFX
(bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Jakarta Futures Exchange saat memberi sambutan dalam Media Gathering di Pangkalpinang. Jumat, (1/11/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Jakarta Futures Exchange mengatakan sejak diluncurkan pada akhir bulan Agustus 2019 lalu, perdagangan pasar Fisik Timah di Bursa Berjangka Jakarta / Jakarta Futures Exchange (JFX) menarik perhatian investor.

"Sampai dengan 25 Oktober 2019, tercatat terjadi total transaksi pasar fisik timah sebanyak 3.224 lot dengan total nilai transaksi sebesar USD 261.598.139,36,-. Di bulan Agustus, terjadi transaksi sebanyak 915 lot atau 4.575 Ton dengan nilai transaksi USD 72.689.475,-," ungkap Stephanus saat Gathering Media JFX-KBI di Pangkalpinang, Jumat malam, (1/11/2019).

Sedangkan pada bulan September mengalami kenaikan dengan tercatat transaksi sebanyak 1.254 lot atau 6.270 Ton senilai USD 105.007.110,- Serta bulan Oktober, volume transaksi mencapai 1.055 lot dengan nilai transaksi sebesar USD 83.901.554,01,- per tanggal 25 Oktober.

“Besaran transaksi dalam 3 bulan ini, tentu merupakan hal yang sangat positif. Kedepan, kami optimis bahwa perdagangan pasar fisik timah di JFX akan terus meningkat. Kami mentargetkan, sampai akhir tahun 2020, total transaksi perdagangan pasar fisik timah akan mencapai 72000 Ton/Tahun," ungkapnya.

Semenjak launching Bursa Timah murni batangan pada bulan Agustus 2019 lalu, Bursa Berjangka Jakarta / Jakarta Futures Exchange (JFX), sebagai bursa komoditi pertama di Indonesia mengambil peran dalam industri timah di Indonesia, dengan memperdagangkan timah menjadi komoditas yang di transaksikan dalam pasar Fisik Timah Murni Batangan.

"Bersama dengan BUMN, PT Kliring Berjangka Indonesia, kedua institusi ini bersinergi untuk terbentuknya harga timah pada bursa nasional yang akan menjadi acuan internasional,"katanya.

Stephanus menambahkan dengan potensi timah yang ada di Indonesia, khususnya di Bangka, kedepan mereka akan optimis, perdagangan pasar fisik timah murni batangan akan terus berkembang. Selain komoditas timah, JFX kedepan akan terus melakukan inovasi untuk komoditas-komoditas lain yang ada di Indonesia.

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mengatakan perdagangan komoditas timah di JFX ini dapat menjadi opportunity yang besar untuk para pelaku di bisnis perdagangan timah batangan baik di Indonesia maupun internasional.

"Saat ini Indonesia menyumbangkan kurang lebih sekitar 23% market timah dunia. Dengan adanya perdagangan timah di Bursa Berjangka Jakarta diharapkan memberikan pilihan untuk para pelaku dalam bertransaksi," tutur Fajar.

Saat ini harga acuan timah dunia adalah London Metal Exchange (LME). Namun, dengan kekayaan alam Indonesia yang memproduksi timah terbesar kedua di dunia, JFX dan PT KBI (Persero) mempunyai harapan besar dan akan berusaha untuk menjadikan Indonesia sebagai acuan harga timah dunia.

“Transaksi fisik timah yang diperdagangkan di JFX terdapat adanya cetakan merek pada timah murni batangan sesuai dengan produsen masing-masing. Dengan hal tersebut, pembeli mendapatkan jaminan dan kejelasan terhadap produk yang dibelinya. Tidak hanya itu, dengan mencantumkan brand pada setiap produk juga dapat menciptakan persaingan sehat antara produsen. Karena brand-nya tercantum, dengan sendirinya ini akan menjadi stimulus para produsen untuk meningkatkan kualitas dari masing-masing produknya," katanya.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved