Berita Pangkalpinang

BKPSDM Pangkalpinang Sedang Susun Draft Pengumuman dan Juknis Penerimaan CPNS

Kabid Mutasi BKPSDM Pangkalpinang, Fahrizal, mengatakan, tata cara penerimaan seleski CPNS baru diumumkan oleh Kemenpan-RB

BKPSDM Pangkalpinang Sedang Susun Draft Pengumuman dan Juknis Penerimaan CPNS
Bangkapos.com/Ira Kurniati
Kabid Mutasi BKPSDM Pangkalpinang, Fahrizal 

BKPSDM Pangkalpinang Sedang Susun Draft Pengumuman dan Juknis Penerimaan CPNS

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pangkalpinang sedang menyusun draf pengumuman dan juknis penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019.

Kabid Mutasi BKPSDM Pangkalpinang, Fahrizal, mengatakan, tata cara penerimaan seleski CPNS baru diumumkan oleh Kemenpan-RB sehingga pihaknya baru dalam tahap menyusun draf pengumuman. Sembari menunggu pengumuman penetapan passing grade tiap formasi.

Ini Link Download Rincian Formasi CPNS 2019 Hingga Peringatan Menpan-RB, Pelamar Jangan Tertipu

Dalam waktu dekat, pihaknya diundang oleh Kantor Regional 7 Sumbagsel untuk membahas teknis penerimaan CPNS, baik pengumuman, seleksi hingga pelaksanaan tes. Nantinya, pelaksanaan secara teknis akan diumumkan sepulang dari pembahasan di Kantor Regional 7 di Palembang.

"Kemarin kami mengajukan perubahan formasi. Ada beberapa jurusan yang tidak sesuai formasi sehingga diganti yang lebih tepat, itu sudah selesai dan disetujui," kata Fahrizal kepada Bangkapos.com, Minggu (3/11/2019).

Lowongan CPNS 2019 Untuk Lulusan SMA dan SMK di Kejaksaan RI, Cek di Sini

CPNS 2019, Kemenkumham Buka 3.532 Formasi, Ada Untuk SMA SMK Sederajat

Dia juga membenarkan pada 11 November nanti dibuka pengumuman secara online oleh Badan Kepegawaian Negara.

"Sementara ini belum ada perubahan tanggal," tegas Fahrizal.

Selain itu tidak ada perubahan rincian untuk kuota di Pangkalpinang, yakni berjumlah 166 kuota. Dengan rincian 3 tenaga pendidikan, 61 tenaga kesehatan dan 102 tenaga teknis.

Penerimaan CPNS tahun ini dibuka untuk minimal lulusan D3, S1 dan dokter spesialis. Termasuk kuota bagi penyandang disabilitas dua persen dari jumlah keseluruhan formasi.
(Bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved