Berita Bangka Selatan

Tindaklanjuti Kasus PT SNS, Polres Bangka Selatan Akan Munculkan Saksi Ahli untuk Cari Jalan Keluar

Jajaran Kepolisian Resor Bangka Selatan khususnya Satuan Reskrim Polres Bangka Selatan lakukan tindaklanjut atas laporan warga Kecamatan Lepar Pongok

Tindaklanjuti Kasus PT SNS, Polres Bangka Selatan Akan Munculkan Saksi Ahli untuk Cari Jalan Keluar
bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Pembangunan Dermaga PT SNS yang Mendapat Perlawanan Dari Warga Karena Rusak Lingkungan Hidup 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jajaran Kepolisian Resor Bangka Selatan khususnya Satuan Reskrim Polres Bangka Selatan lakukan tindaklanjut atas laporan warga Kecamatan Lepar Pongok terhadap PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) atas dugaan perusakan Hutan Mangrove.

Perusakan yang dilakukan PT SNS dalam laporan tersebut yakni pembangunan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atau Terminal Khusus (Tersus) di Desa Penutuk dan Kumbung, Kecamatan Lepar Pongok oleh PT SNS yang tak miliki izin.

Kepala Satuan Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Albert Daniel Tampubolon menyatakan pihaknya dalam upaya mencari jalan keluar akan mengundang tiga saksi ahli terkait penyelidikan tersebut. Minggu, (3/11/2019).

Saksi ahli yang akan diundang lanjut AKP Albert yaitu Ahli Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup,

Ahli Kepelabuhanan dari Kementerian Perhubungan Laut dan Ahli Tanaman Mangrove yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

AKP Albert melanjutkan jika permasalahan PT SNS saat ini masih dalam penyelidikan dan masih akan terus berlanjut.

"Masih dalam penyelidikan, kita sudah minta keterangan daru pelapor dan kita juga akan mengundang tiga saksi ahli agar jelas dimana letak permasalahannya," beber AKP Albert.

Permasalahan ini mulai mencuat kepermukaan setelah PT SNS lakukan pembangunan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atau Terminal Khusus (Tersus) tanpa memiliki izin.

Bahkan wilayah yang dijadikan PT SNS sebagai daerah pembangunan merupakan kawasan Mangrove dan berdampak kepada kerusakan lingkugan dan berdampak pula bagi nelayan kecil.

Terkait dengan pembangunan dermaga itu, Kepala Personalia PT SNS, Indra Usni beberapa waktu lalu pernah menyebutkan jika pembangunan TUKS itu memang belum memiliki izin yang resmi

"Kita sebenarnya membangun itu untuk membawa minyak bagi perusahaan dan itu inisiatif perusahaan," ujar Indra Usni beberapa waktu lalu.

Meski belum memiliki izin yang resmi, pihaknya lanjut Indra masih tetap harus beraktivitas sehingga diambil lah jalan tersebut," tandasnyam

(bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved