Breaking News:

Advertorial

BP Jamsostek Tanggung Pengobatan Delapan Honorer Sat Pol PP Provinsi Bangka Belitung

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalpinang melakukan kunjungan cepat tanggap terhadap kejadian bentrokan antara Satpol PP

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
Ist/BPJS Ketenegakerjaan Pangkalpinang
Pihak BPJS Ketenagakerjaan saat bertemu dengan Sat Pol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kecelakaan kerja merupakan resiko yang tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi kapan saja.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalpinang melakukan kunjungan cepat tanggap terhadap kejadian bentrokan antara Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan penambang biji timah ilegal di wilayah Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung pada Sabtu (2/11/2019).

Aksi cepat tanggap BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalpinang ini merupakan bukti nyata hadirnya BPJS Ketenagakerjaan ditengah-tengah pekerja Indonesia.

Tujuan dari kejadian Cepat Tanggap ini  adalah untuk mengecek setiap korban apakah telah mendapatkan pelayanan yang layak dan cepat. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang, Merta Ekasari, selaku Pps. Kepala Kantor Cabang saat dihubungi, Senin (4/11/2019).

Mewakili Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang, Merta mengungkapkan melalui Tim Layanan Cepat Tanggap yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalpinang telah melakukan pendataan korban luka yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk segera mendapatkan haknya sebagai peserta.

”Honorer Satpol PP Provinsi Bangka Belitung telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka dari itu kami telah mendata ada 8 Honorer yang mengalami luka atas kejadian tersebut dan langsung kami cover full sampai sembuh dengan biaya unlimited,” ungkapnya.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalpinang saat menjenguk Petugas Sat Pol PP Provinsi Bangka Belitung yang treluka akibat bentrok dengan para penambang di Desa Sijuk Belitung
Pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalpinang saat menjenguk Petugas Sat Pol PP Provinsi Bangka Belitung yang treluka akibat bentrok dengan para penambang di Desa Sijuk Belitung (Ist/BPJS Ketenegakerjaan Pangkalpinang)

Lanjut dia, sebanyak 20 anggota Sat Pol PP Babel menjadi korban dari bentrokan tersebut dan tujuh orang sedang mendapatkan perawatan di RSUD Marsidi Judono Belitung, satu korban telah di bawah ke Pangkalpinang untuk mendapatkan perawatan yang intensif di Rumah Sakit Provinsi Bangka Belitung.

“Sebuah kecelakaan kejadian yang telah menarik perhatian masyarakat ini tentunya menjadi perhatian kita bersama untuk lebih mengutamakan terhadap keselamatan pekerja, khususnya di lingkungan tempat mereka bekerja. Di samping itu perusahaan juga harus memastikan seluruh pekerjanya sudah terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan tanpa terkecuali,” jelas Merta.

Sebagaimana diketahui, sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, pekerja diberikan perlindungan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Namun demikian sampai saat ini masih terdapat perusahaan yang belum tertib dalam melakukan pelaporan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 44/2015, dalam hal pemberi kerja tidak mendaftarkan pekerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, maka perusahaan berkewajiban untuk memberikan santunan kepada pekerja yang besarannya minimal sama dengan santunan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Merta mengatakan,pihaknya dari BPJS Ketenagakerjaan berterima kasih kepada SatPol PP Provinsi Bangka Belitung telah mendaftarkan Tenaga Honorernya di BPJS Ketenagakerjaan, dengan kejadian ini Tenaga Honorer yang mengalami Kecelakaan kerja dapat di cover oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai mereka pulih kembali. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved