Berita Sungailiat

Budidaya Pohon Asam PT RBT Jalin Kerjasama dengan SMA/SMK di Kabupaten Bangka

PT Reffined Bangka Tin (RBT) melakukan kerjasama budidaya tanaman asam jawa.

Budidaya Pohon Asam PT RBT Jalin Kerjasama dengan SMA/SMK di Kabupaten Bangka
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
PT RBT difasilitasi oleh Dinas Lingkungan hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan kerjasama pembibitan pohon asam dengan sekolah sekolah di SMA Negeri Sungailiat Senin (4/11/2019) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- PT Reffined Bangka Tin (RBT) melakukan kerjasama budidaya tanaman asam jawa.

PT RBT memberikan bantuan biji asam untuk disemai dan dijadikan bibir oleh sekolah sekolah.

Nantinya setelah tumbuh dan menjadi bibit PT RBT akan kembali membeli bibit tersebut senilai Rp 5.000 perbibitnya yang kemudian akan ditanam untuk penghijauan di Kabupaten Bangka.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penandatangan kerjasama ini dilaksanakan dan dipusatkan di SMA Negeri 1 Sungailiat.

Sekolah yang menandatangi kerjasama antara lain Negeri 1 Sungailiat, SMK Negeri 1 Sungailiat, SMK Yapensu, SMA Negeri Pemali.

"Ini kegiatan yang sangat positif satu sisi mengajarkan para siswa untuk sejak dini mencintai lingkungan dan diSisi lain PT RBT menjadi contoh bagi perusahaan lain agsr peduli kepada lingkungan," kata Eko Kurniawan Kepala DLH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Menurut Eko Kurniawan kegiatan ini mempunyai tujuan untuk melestarikan tanaman asam yang berfungsi sebagai pohon pelindung dan memiliki banyak manfaat, salah satunya biasa dipakai sebagai bumbu dalam banyak masakan Indonesia.

"Juga sebagai upaya pendidikan lingkungan bagi anak-anak sekolah sekaligus menumbuhkan rasa peduli dari pihak perusahaan terhadap penghijauan dan kelestarian lingkungan," kata Eko Kurniawan

Fary Indarto penanggung jawab CSR PT RBT mewakili manejemen usai kegiatan mengatakan pihaknya berharap apa yang dilaksanakan dapat bermanfaat kedepannya.

Merupakan bagian kepedulian perusahaan terhadap lingkungan melalui program CSR. Sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan persemaian bibit asam dilakukan dengan cara menyemai bibit asam kedalam gelas air mineral bekas yang telah diisi dengan media kompos.

Pemanfaatan gelas plastik bekas dimaksudkan untuk mengurangi sampah plastik disekitar Kabupaten Bangka. Kemudian Setelah bibit asam tumbuh ±15 cm, maka perusahaan akan membeli bibit tersebut dengan harga Rp. 5000,per bibit asam. Persemaian bibit asam ini membutuhkan waktu kurang lebih 4 (empat) bulan.

"Barulah setelah bibit asam yang telah tumbuh dan siap tanam kita beli kembali dari sekolah untuk dijadikan tanaman penghijauan ditanam diberbagai tempat," kata Fary Indarto. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved