Gredu Tawarkan Analisis Data untuk Membantu Guru dan Mengetahui Kelemahan Siswa di Babel

Sejumlah anak-anak muda dari PT Sumber Kreatif Indonesia (Gredo), pengembang aplikasi, mempresentasikan cara kerja aplikasi mereka

Gredu Tawarkan Analisis Data untuk Membantu Guru dan Mengetahui Kelemahan Siswa di Babel
bangkapos.com/dedy qurniawan
CEO PT Sumber Kreatif Indonesia (Gredo) Rizky Anies 

Gredu Tawarkan Analisis Data untuk Membantu Guru dan Mengetahui Kelemahan Siswa di Babel

BANGKAPOS.COM - Sejumlah anak-anak muda dari PT Sumber Kreatif Indonesia (Gredo), pengembang aplikasi, mempresentasikan cara kerja aplikasi mereka di hadapan sejumlah pejabat dan kepala sekolah di Babel, Senin (4/11/2019).

Presentasi disampaikan seusai penandatangan MoU antara Gredo dengan Pemprov Babel di ruang Baturakit, Rumah Dinas Gubernur.

Intinya, Gredu menawarkan teknologi yang bisa menganalisis data untuk membantu guru hingga mencari kemelahan pembelajaran siswa. CEO PT Sumber Kreatif Indonesia (Gredo) Rizky Anies mengklaim, ada sekitar 200 sekolah di Indonesia yang telah menerapkan aplikasi miliknya.

Beberapa provinsi sudah menjalin kerja sama dengan Gredu. "Kami berharap bisa membantu mendigitalisasi sekolah-sekolah yang ada di daerah, dan guru-gurunya juga," kaya Rizky kepada Bangka Pos.

Menurut Rizky, platform Gredu bisa menghemat waktu guru dua hingga tiga jam. Para guru yang biasanya membuat sistem penilaian konvensional, dapat lebih mengefektifkan waktunya.

"Yang tadinya untuk bikin nilai, buat aturan segala macam, ini bisa kami harapkan diotomisasi dalam sistem platform kami. Kami juga harapkan nilai yang diberikan juga lebih presisi," kata dia.

Aplikasi dari Gredu bisa menggunakan analisa data mengenai proses pembelajaran siswa. Guru dimungkinkan untuk mengetahui detail kelemahan siswa dalam proses pembelajaran dengan menganalisis data siswa.

"Kami juga bisa memberikan usulan kekurangan di mata pelajaran apa, topik yang mana, subyek yang mana, orangtua juga bisa tahu langsung lewat komunikasi," katanya.

Rizky mengakui ada beberapa aplikasi serupa di era saat ini. Sebab memang sudah zamannya bahwa data digital digunakan lalu dianalisis.

Sebut saja, aplikasi ruangbelajar, ruangguru, dan sejenisnya.
Bagi dirinya, ini bukan bentuk persaingan.

"Kami lebih melihat economy of sharing. Kami lebih melihat di mana kami bisa saling merangkul, contohnya dengan ruangguru pun bisa berteman. Tujuan kami adalah untuk meninggikan level edukasi di Indonesia. Semakin banyak teman yang membantu mendigitalisasi lingkungan sekolah, memberikan konten pbelajaran lebih, ini adalah teman kami," beber dia.

Rizky menjawab bahwa sudah banyak sekolah yang merasakan manfaat platform mereka, seperti di Jakarta Tanggerang, dan Banten. Ini ia sampaikan saat ditanyai sejauh apa Gredu diterima dan berhasil mendigitalisasi sekolah.
"Kerberhasilan kami dilihat dari gyru-guru yang senang, orangtua murid yang berkolobarasi dengan sekolah, murid-murid yang lebih punya pendidikan lebih tinggi," katanya. (bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved