Harga Lada Bangka Belitung Anjlok Rp 40 Ribu per Kg, Begini Penjelasan BP3L, AELI dan TP4L

Komisi II DPRD Propinsi Kep. Bangka Belitung menggelar rapat terkait anjloknya harga lada petani Bangka Belitung, Senin (4/11/2019).

Harga Lada Bangka Belitung Anjlok Rp 40 Ribu per Kg, Begini Penjelasan BP3L, AELI dan TP4L
Bangkapos.com/Hendra
Rapat Komisi II DPRD Babel, di ruang Banmus terkait permasalahan anjloknya harga lada di Propinsi Kep. Bangka Belitung, Senin (4/11/2019). 

Kita ingin agar harga lada muntok white paper ini harganya tinggi

Saat ini harga lada hanya Rp 40ribu per kilogram

****

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komisi II DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat terkait anjloknya harga lada petani, Senin (4/11/2019).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Adet Mastur bersama anggotanya.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut Ketua Badan Pengelola, Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L), Ketua Asosiasi Eksportir Lada Indonesia (AELI), Tim Pembina, Pengawasan, Pengendalian dan Perdagangan Lada (TP4L), Disperindag dan Dinas Pertanian.

"Kita ingin agar harga lada muntok white paper ini harganya tinggi. Saat ini harga lada hanya Rp 40ribu per kilogram," kata Adet Mastur.

Komisi II lanjut Adet mendengar bahwa anjloknya harga lada ini disinyalir ada permainan. Apakah dimainkan oleh mafia lada atau kartel lada hingga harga lada terus anjlok.

"Kalau memang ada silakan ungkapkan disini. Kita ingin membongkar masalah ini karena harapan masyarakat harga lada ini bisa tinggi, mencapai Rp 100 ribu perkilogram," ujar Adet.

Permasalahan Pengaturan Perdagangan

Halaman
123
Penulis: Hendra
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved