Berita Bangka Barat

Kesal Nama Dicatut untuk Pungli, Kepala Desa dan Puluhan Warga Geruduk TI Rajuk Sungai Buluh Jebus

Aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di Kelabang, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat menuai polemik.

Kesal Nama Dicatut untuk Pungli, Kepala Desa dan Puluhan Warga Geruduk TI Rajuk Sungai Buluh Jebus
Istimewa
Kesal nama desa di catut, Puluhan Warga Geruduk TI rajuk di HL Kelabang Desa Sungai Buluh Jebus 

Aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di Kelabang, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat menuai polemik.

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Aktivitas Tambang Inkonvensional TI rajuk di Kelabang, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat menuai polemik.

Salah satunya dipicu adanya Praktik (Pungutan Liar) Pungli diatas ponton TI rajuk yang disebut beroperasi di kawasan Hutan Lindung (HL) tersebut.

Ironisnya pungli tersebut mengatasnamakan Kepala Desa (Kades) serta perangkat Desa Sungai Buluh.

Kepala Desa Sungai Buluh, Atteni, menyebut Sabtu (2/11/2019) lalu puluhan warga melabrak lokasi TI rajuk.

Dirinya dan warga tidak terima, lantaran prakik pungli ke para penambang tersebut mengatasnamakan Desa Sungai Buluh tersebut kian menjadi-jadi

Menurut Atteni, aktivitas penambangan tersebut berlangsung di kawasan Hutan Lindung (HL)

"Sabtu kemarin ada sekitar 50 orang masyarakat yang datang. Mereka mencari oknum yang memungut mengatasnamakan desa kami. Waktu itu kami mendampingi massa takutnya kisruh di lokasi. Biasanya orang tiga, ada kepala dan anak buah dua orang. Kadang oknum preman tersebut bawak parang. Warga marah karena mengatasnamakan desa," ujar Atteni, Senin (4/11/2019) siang.

Kepala Desa Sungai Buluh, Atteni, meminta aktivitas TI rajuk di Hutan Lindung (HL) Kelabang, Desa Sungai Buluh, kecamatan Jebus disterilkan.

Sebab menurut Atteni, keberadaan dan beroperasinya puluhan TI rajuk ilegal tersebut menuai polemik dan kisruh di masyarakat Sungai Buluh.

Halaman
12
Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved