Kronologi Beredarnya Foto Panas Disebar Bekas Pacar di Medsos, Bos si Cewek Juga Dikirimi via Pos

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha membenarkan adanya laporan korban atas kasus penyebaran foto pribadinya oleh pelaku

Kronologi Beredarnya Foto Panas Disebar Bekas Pacar di Medsos, Bos si Cewek Juga Dikirimi via Pos
Bangka Pos/ Teddy Malaka
Film Dewasa disensor 

Kronologi Beredarnya Foto Panas Disebar Bekas Pacar di Medsos, Bos si Cewek Juga Dikirimi via Pos

BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya sedang menyelidiki kasus pornografi yang tengah terjadi di Surabaya.

Polisi mendapat laporan korban berinisial Y (30) warga Tuban lantaran foto yang mengumbar tubuhnya disebar oleh mantan kekasihnya sendiri.

//

Laporan tersebut secara resmi dibuat Y pada 7 Oktober 2019.

Informasi yang didapat Surya.co.id (Grup TribunJatim.com), foto Y disebar oleh mantan kekasihnya sendiri lantaran sakit hati diputuskan.

//

Tak hanya itu, foto bugil Y di-print dan disebarkan ke pimpinan perusahaan tempat Y bekerja.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha membenarkan adanya laporan korban atas kasus penyebaran foto pribadinya oleh pelaku.

"Benar, kami sudah identifikasi pelakunya. Dan saat ini masih kami lakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku," kata Giadi, Senin (4/10/2019).

Dalam modusnya, pelaku tak hanya menyebarkan foto korban melalui media sosial, melainkan melalui jasa pengiriman dokumen yang disebar ke pimpinan perusahaan tempat korban bekerja.

"Informasi dari keterangan korban, foto itu hasil screenshoot saat korban dan pelaku video call. Di sana pelaku mencetak foto tersebut lalu memasukkan dalam amplop selanjutnya dikirim ke alamat tujuan melalui jasa pengiriman seperti Tiki dan Pos," lanjutnya.

Hingga saat ini, polisi terus melakukan pengejarab terhadap pelaku yang tega menyebarkan foto bugil korban Y itu.

Aksi Nyeleneh Remaja Trenggalek Gaet Siswi SMA, Pasang Foto Ganteng & Video Syur Demi Turuti 1 Hal

Lukman Kurniawan (18) tega memperdayai siswi SMA di bawah umur.

Pria pengangguran itu memeras Bunga (nama samaran) dengan cara mengancam akan menyebarkan video asusila.

Modus yang dilakukan pun terbilang nyeleneh. Ia berpura-pura sebagai seorang pria ganteng untuk menggaet hati Bunga.

Saat mulai akrab, Lukman mengaku memiliki kemampuan supranatural.

Ia menakut-nakuti akan membuat sakit Bunga bila tidak mengirim foto dan video syur.

"(Saya cuma) ingin pulsa," kata Lukman, warga Desa Banaran, Kecamatan Tugu, di Mapolres Trenggalek, Rabu (30/10/2019).

Perkenalan Lukman dengan Bunga hanya sebatas pada media sosial sejak Agustus 2019.

Menurut keterangan polisi, Bunga adalah teman Facebook pacar Lukman. Mereka tidak pernah bertemu langsung.

Lukman mengetahui Bunga lewat akun Facebook di daftar pertemanan pacarnya.

Ia pun mendapat nomor WhatsApp Bunga dari sang pacar.

Ketika hubungan dengan pacarnya kandas, Lukman mulai mendekati Bunga lewat pesan WhatsApp.

Ia mengenalkan diri bernama Bagas. Foto profil WhatsApp memakai wajah seorang pria berparas ganteng.

Karena dibujuk rayu dan diselimuti rasa takut, Bunga pun mengirim 21 foto dan video berdurasi sekitar 10 menit ke Lukman. Isinya gambar dan adegan syur.

Berbekal foto dan video itu, Lukman mulai mengancam Bunga. dia meminta Bunga untuk membelikannya pulsa. Jika tidak, foto dan video itu akan disebar.

"(Dibelikan pulsa) delapan kali. Rp 100.000 paling banyak. Rp 30.000 paling sedikit," kata Lukman.

Total pulsa hasil peras yang telah masuk ke nomor Lukman senilai Rp 650.000. Pulsanya dikirim secara bertahap dalam rentang hampir 3 bulan.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, Bunga yang merasa tertekan dan tak sanggup lagi memberikan pulsa bercerita akan ancaman itu ke tetangganya.

"Tetangganya meneruskan cerita itu kepada ibu B, dan ibunya bercerita kepada bapaknya. Bapaknya melaporkan kejadian itu ke Polres Trenggalek," ujar Calvijn.

Lukman, kata Calvijn, ditangkap di jalan raya Karangan dalam waktu kurang dari 4 jam.

Saat ditangkap, ia menyangkal semua tuduhan. Namun, Lukman akhirnya mengakui semua perbuatan itu ketika di introgasi.

"Dan sudah kami tuangkan di Berita Acara Pemeriksaan," kata Calvijn.

Polisi mengamankan dua telepon genggam untuk kasus tersebut. Kepada media, ditunjukan juga gambar tanggapan layar pengiriman file lewat WhatsApp.

Lukman dikenai pasal 45 jo 27 dan 29 Undang-Undang ITE. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara. (Aflahul Abidin)

Tags
foto
medsos
Editor: teddymalaka
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved