Berita Pangkalpinang
Dulu Vietnam Belajar Lada dari Babel Perlu Kompak agar Tidak Makin Terpuruk
Keunggulan Lada Babel diakali oleh Vietnam dengan meningkatkan produksi mereka. Lada Babel kemudian dibeli lalu dioplos dan dijual lagi.
Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: nurhayati
Keunggulan Lada Babel diakali oleh Vietnam dengan meningkatkan produksi mereka. Lada Babel kemudian dibeli lalu dioplos dan dijual lagi.
BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Plt Kepala Biro Perekonomian Setda Babel Ahmad Yani membeberkan bagaimana strategi Vietnam dalam pasar lada dunia. Dia mengaku mengikuti pembahasan harga Lada ini sampai konvensi di tingkat Asean.
Dari 10 negara di Asean, ia ikut dalam pertemuan yang membicarakan produk-produk komoditas, temasuk lada.
"Lada ini ternyata di-oplos. Ternyata lada ini mereka belajar dari kita, pas kita ke Vietnam, itu tidak mau mereka bawa kita ke kebunnya. Dulunya, mereka belajar dari kita," beber Ahmad Yani pada rapat koordinasi Resi Gudang di ruang Tanjungpesona, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (5/11/2019).
Ahmad Yani mengatakan, keunggulan Lada Babel didukung dengan iklim di Babel yang dominan panas ketimbang hujan. Kondisi ini menguntungkan bagi lahan untuk ditanami lada ketimbang ditanam di daerah lain.
"(Bibit) Sahang kita dibawa ke Vietnam, itu tidak bertambah pedasnya. Hanya di sini, pedasnya 6 sampai 7 persen," ungkap Ahmad Yani.
Keunggulan Lada Babel diakali oleh Vietnam dengan meningkatkan produksi mereka. Lada Babel kemudian dibeli lalu dioplos dan dijual lagi.
"Di Moscow, pasar-pasar Vietnam ada di sana, dan mereka menjual produk lada, White Pepper. Ini luar biasa. Kita enggak ada pasar di sana. Kami sudah usulkan ini ke kemenko perekonomian agar ada pasar Indonesia di sana," kata Ahmad Yani.
Dia kemudian menjelaskan bagaimana perang dagang juga tengah berlangsung dan turut menghantam petani-petani dan beberapa sektor komoditas andalan Babel.
Ahmad Yani menjelaskan, pemerintah akan mengurusi hulu pasar lada di luar negeri, lalu petani diharapkan bisa mendukung pembenahan di hilir Lada Babel.
"Kalau kita tidak bisa bertahan, kalau kita tidak kompak, makin terpuruk pertanian kita," katanya.
Menurut Ahmad Yani, sosialisasi terhadap resi gudang dan program lain terkait lada perlu dilakukan secara masif. Sosialisasi perlu dilakukan hingga ke tingkat terkecil masyakarat Babel.
Pemerintah juga akan mengajak kerja sama dengan bank-bank syariah di Babel.
"Ke depan, Babel memerlukan kerja sama, kolaborasi antara provinsi dan kabupaten, tentang sosialisasi resi gudang ini. Ini agar masyarakat tahu pentingnya pengendalian hasil perkebunan kita dan harga bisa dikendalikan," saran Ahmad Yani. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/resi-gudang-lada-1.jpg)