Ecoprint, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat dan Daya Tarik Pariwisata

Batik ecoprint bisa menambah perekonomian masyarakat jika ditekuni dan dilakukan dengan semangat dalam memproduksi ketrampilan rumahan ini.

Ecoprint, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat dan Daya Tarik Pariwisata
Dinas KUKM Provinsi kepulauan Bangka Belitung
Pelatihan yang diselenggarakan oleh UPTD Balatkop UMKM Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung berlangsung selama 4 hari di Hotel Sun Pangkalpinang, Selasa (5/11/19). 

BANGKAPOS.CO,BANGKA-- Sebanyak 30 orang masyarakat dari Gerunggang dan Taman Sari Kota Pangkalpinang mengikuti pelatihan membatik ecoprint.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh UPTD Balatkop UMKM Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung ini berlangsung selama 4 hari di Hotel Sun Pangkalpinang, Selasa (5/11/19).

Kadis KUKM Prov Kep Bangka Belitung, Hj Elfiyena mengatakan batik ecoprint diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu, batik ecoprint juga bisa menjadi daya tarik wisata baru di Pangkalpinang.

“Batik ecoprint bisa menambah perekonomian masyarakat jika ditekuni dan dilakukan dengan semangat dalam memproduksi ketrampilan rumahan ini. Ecoprint juga bisa jadi daya tarik pariwisata jika dibangun sentra-sentra produksi ecoprint di Bangka Belitung," katanya saat membuka pelatihan membatik ecoprint.

Ecoprint adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alam seperti daun dan bunga. Ecoprint akan menghasilkan batik yang tak kalah kualitasnya dengan batik canting.

"Teknik ecoprint mulai menjadi tren yang terbilang unik dan mudah karena memanfaatkan bahan-bahan alami dari tumbuhan disekitar kita sebagai sumber pola, juga warna bahan-bahan ini berasal dari bunga, daun, batang dan bagian tumbuhan yang lain," tuturnya.

Pada pelatihan ini, para peserta akan belajar tentang seluk beluk teknik dasar Ecoprint, mengenal daun, bunga, dan bagian tumbuhan apa saja yang bisa mengeluarkan warna, mengkomposisikan daun, serta mengetahui logika lipatan kain.

Hj Elfiyena berharap, membatik dengan bahan baku alam ini bukan hanya pada saat pelatihan ecoprint saja, namun para peserta bisa terus mengembangkan keterampilannya. Batik berbahan alam atau ecoprint ini diyakininya bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Semoga peserta bisa menerapkan di masing-masing lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Bentuk kelompok-kelompok untuk mengembangkan batik ecoprint,” harapnya.

Hj Elfiyena juga memastikan, pengembangan batik ecoprint ini tidak akan berhenti pada pelatihan saja. Setelah ini, pihaknya juga akan memberikan pendampingan bagi para peserta agar usaha ecoprint dapat terus tumbuh dan berkembang.

“Setelah ini kami akan terus berikan pendampingan agar batik ecoprint bisa terus berkelanjutan. Kita akan bantu kalian (red : peserta) perijinannya, sertifikasi dan memberikan ruang promosi pada event-event nasional,” tutupnya. (Dinas KUKM/Surianto)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved