Breaking News:

Ijazah Karyawan Ditahan Perusahaan saat Masuk Kerja, Ini Penjelasan Hukumnya

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan tidak ada aturan yang memperbolehkan perusahaan menahan surat-surat berharga milik karyawan

Istimewa
Lowongan Kerja 

BANGKAPOS.COM - Kemarin teman saya bercerita bahwa pas mau melamar kerja, calon perusahaan tempatnya melamar memiliki syarat.

Yaitu ijazahnya akan ditahan selama kerja.

Baru saja mendengar cerita ini, saya melihat ada orang yang mengalami hal serupa.

Seseorang bercerita ke akun @Askmenfess di Twitter pada Selasa (5/11/2019).
Kasus ijazah ditahan saat masuk kerja.
Kasus ijazah ditahan saat masuk kerja. (screen shot Twitter)

Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam perjanjian kerja yang mengikat karyawan dengan perusahaan dalam hubungan kerja, baik secara lisan maupun tertulis.

Artinya, penahanan ijazah oleh perusahaan diperbolehkan selama ada kesepakatan antarkedua belah pihak, yakni karyawan dengan pemberi kerja dan masih terikat dalam hubungan kerja.

Karyawan kehilangan kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan membayar penalti sebagai uang tebusan untuk mendapatkan ijazah kembali bilamana mengundurkan diri sebelum masa kontrak berakhir.

Yulius Setiarto, konsultan hukum dari Setiarto dan Pangestu Law Firm di Jakarta mengatakan, hak menahan ijazah karyawan sebetulnya lahir dari perjanjian atau kesepakatan kerja bukan peraturan ketenagakerjaan.

Kesepakatan antarkedua belah pihak itulah yang membuat kontrak kerja beberapa perusahaan sering kali melanggar hukum bahkan merugikan hak-hak karyawan.

Menurut Yulius, penahanan ijazah, bukan solusi yang bijak sebagai jaminan kontrak kerja atau cara membuat karyawan bertahan lama di perusahaan.

Sebab, hal itu tidak hanya merugikan karyawan, namun juga perusahaan.

Bilamana sewaktu-waktu ijazah itu hilang, rusak, dan terkena bencana, maka perusahaan dapat dituntut balik oleh karyawan.

Oleh sebab itu, Yulius mengingatkan, kepada para karyawan agar berhati-hati terhadap kontrak kerja yang berdasarkan kesepakatan bersama, bukan berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.

Sebab, risikonya jauh lebih besar dan cenderung merugikan karyawan. (Esra Dopita)

Menyamar Jadi Kakak Kelas, Kuli Bangunan Nekat Cabuli Siswi SMA, Terungkap dari Gigitan di Tangan

Tragis, 20 Tahun Kabur dari Tahanan Pria Ini Pilih Hidup Jadi Manusia Goa, Kondisinya Memprihatinkan

Tersingung Gadis Belia Ini Pacari Adiknya, Pemuda Ini Nekat Memperkosa, Korbannya Lebih dari Satu

Editor: M Zulkodri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved