Berita Pangkalpinang

Manfaat Langsung yang Dirasakan Petani dari Resi Gudang

Lada yang dititipkan di Resi Gudang bisa ditahan untuk tidak dijual karena harga yang rendah, lalu bisa diputuskan dijual ketika harga membaik.

Manfaat Langsung yang Dirasakan Petani dari Resi Gudang
bangkapos.com/Dedi Qurniawan
Kepala Bidang Pengembang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindag Babel Armaini 

Lada yang dititipkan di Resi Gudang bisa ditahan untuk tidak dijual karena harga yang rendah, lalu bisa diputuskan dijual ketika harga membaik.

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Bidang Pengembang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindag Babel Armaini membeberkan manfaat praktis yang dirasakan petani dari keberadaan Resi Gudang. Ini ia sampaikan seusai rapat koordinasi resi gudang di ruang Tanjungpesona, Kantor Gubernur, Selasa (5/11/2019).

Dia menyebutkan, petani bisa pinjaman dana sementara yang langsung bisa digunakan untuk keperluannya meskipun harga tidak menguntungkan bagi mereja.

Lada yang dititipkan di Resi Gudang bisa ditahan untuk tidak dijual karena harga yang rendah, lalu bisa diputuskan dijual ketika harga membaik.

"Ketika harganya bagus, tim resi gudang akan sampaikan ke petani apakah mau dijual Ladanya. Kalau dinilai belum pas harganya, ya tahan dulu," kata Armaini.

Saat ini hanya ada 81 ton Lada yang disimpan di dua tempat resi gudang seperti Mangkol dan Puding. Sosialisasinya diakui masih kurang dan sampai kepada langsung kepada petani.

"Lewat resi gudang, kami berusaha meningkatkan nilai tambah yang selama ini Lada petani terjual murah. Walaupun harganya murah, Lada ini belum dijual langsung tetapi petani bisa merasakan manfaat berupa dana untuk berbagai kepeluan," katanya.

Dia mengakui adanya ketentuan bahwa minimal Lada yang bia dititipkan 200 kilogram adalah kendala yang menyebabkan petani emoh menyimlan Lada mereka dalam jumlah kecil. Tetapi, menurut dia, ketentuan ini bisa diatasi dengan keberadaan koperasi dan kelompok.

"Nanti dikumpulkan, sudah banyak, baru dikontak untuk disimpan. Ini gunanya koperasi dan kelompok. Mereka bisa jadikan koperasi sebagai subresi gudang," katanya.

Selain untuk meningkatkan nilai tambah Lada petani, kata Armaini, resi gudang juga akan dioptimalkan untuk mendukung hilirisasi produk Lada. Hasil hilirisasi dinyatakan sudah terbukti meningkatkan harga Lada hingga ratusan ribu per kilogram karena sudah diproduksi berupa bubuk dan kemasan dan dikirimkan langsung ke end user.

Halaman
12
Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved