Breaking News:

Pendapatan Pajak Bangka Selatan Aman, Renriadi Berharap Pendapatan Daerah Pada Tahun Ini Meningkat

Plt Kepala Bidang Perpajakan, Badan Keuangan Daerah Bangka Selatan, Renriadi menyebutkan Pandapatan Asli Daerah (PAD) Bangka Selatan

Bangka Pos/Jhoni Kurniawan
Plt. Kepala Bidang Perpajakan, Badan Keuangan Daerah Bangka Selatan, Renriadi 

Pendapatan Pajak Bangka Selatan Aman, Renriadi Berharap Pendapatan Daerah Pada Tahun Ini Meningkat

BANGKAPOS.COM - Plt Kepala Bidang Perpajakan, Badan Keuangan Daerah Bangka Selatan, Renriadi menyebutkan Pandapatan Asli Daerah (PAD) Bangka Selatan sejak tahun 2018 hingga Oktober 2019 masih dalam keadaan yang aman.

Meskipun belum mencapai akhir tahun, Renriadi berharap nilai yang ada akan meningkat baik pendapatan yang berasal dari Pajak Daerah, hasil Retribusi Daerah, hasil Pengelolaan Kekaayaan Daerah yang Dipisahkan dan hasil lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah.

Secara detail kepada bangkapos.com Renriadi menyebutkan pada tahun 2018 target Pendapatan Bangka Selatan melalui Pajak Daerah yaitu Rp 20.764.264.954,-

Sedangkan realisasi Pajak Daerah Bangka Selatan pada 2018 yakni mencapai Rp 23.415.765.173,- dan memiliki persentase sebesar 112,77%.

Sementara itu pada tahun 2019 lanjut Renriadi target Pajak Bangka Selatan yaitu Rp 22.264.780.000,- dan realisasinya hingga Oktober 2019 yakni sebesar Rp 17.659.375.534,- dan memiliki besaran persentase sebesar 79,32%.

Tak hanya Pajak Daerah, Retribusi juga turut membantu Pendapatan Daerah Bangka Selatan dengan target yang mencapai angka Rp 8.993.919.705,- pada tahun 2018.

Sedangkan realisasinya pada tahun 2018 yaitu sebesar Rp 7.833.587.793,- dan mengalami penurunan dengan persentase yang mencapai angka 87,10%.

Untuk target Retribusi Daerah pada tahun 2019 disampaikan Darno selaku Plt Kabid Penerimaan Daerah yaitu sebesar Rp 12.476.448.530,- dan realisasinya per 31 Oktober 2019 yaitu sebesar Rp 11.442.053.823,- dengan persentase sebesar 91.71%

Terkait dengan adanya penurunan realisasi pendapatan Retribusi Daerah pada tahun 2018 disebutkan oleh Darno dikarenakan adanya beberapa izin yang tak lagi diperpanjang, izin yang tidak lagi ada dan sebagainya.

"Kalau asetnya sudah hilang dan bebas maka tidak lagi ada izin dan secara otomatis penerimaan retribusi juga tidak," pungkas Darno.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Evan Saputra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved