Berita Bangka Barat

1.250 Nelayan di Bangka Barat Dijamin Asuransi, Meninggal Melaut Dapat Santunan Rp 200 juta

Sebanyak 1.250 nelayan di Kabupaten Bangka Barat, telah mendapat jaminan asuransi yang disubsidi pemerintah melalui Kementerian Kelautan Perikanan

1.250 Nelayan di Bangka Barat Dijamin Asuransi, Meninggal Melaut Dapat Santunan Rp 200 juta
Ist/Polda Babel.
Para nelayan di Kabupaten Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sebanyak 1.250 nelayan di Kabupaten Bangka Barat, telah mendapat jaminan asuransi yang disubsidi pemerintah  melalui Kementerian Kelautan Perikanan (KKP).

Jaminan tersebut diberikan mengingat profesi nelayan memiliki risiko yang cukup tinggi, yang dapat mengancam jiwa dan keselamatan.

Bahkan tak jarang nelayan dihadapkan dengan cuaca yang tidak bersahabat hingga mengakibatkan kecelakaan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bangka Barat, Sukraedi mengatakan, ada sekitar 3.500 nelayan yang sudah terinput oleh KKP.

Namun dari jumlah tersebut, baru 1.250 kartu asuransi nelayan yang tercetak. Sementara, sisanya masih masih di verifikasi pihak KKP.

"Di Bangka Belitung, Bangka Barat yang paling banyak. Ada sekitar 3.500 nelayan, cuma yang tercetak dari KKP hingga saat ini sekitar 1.250 orang,"  jelas Sukraedi, Rabu (6/11/2019)

Menurutnya, nelayan yang meninggal dunia ketika melaut memperoleh klaim asuransi mulai dari Rp 120 juta  hingga Rp 160 juta.

Sementara yang mengalami luka berkisar antara Rp 12.000.000. Namun ada juga yang disesuaikan dengan kondisi luka nelayan.

"Tergantung ada kecelakaan nelayan, misal putus jari atau meninggal karena melaut. Bisa sampai 160 sampai Rp 200 juta, cuma nanti akan dibuktikan. Kalau yang lain misal putus jari sekitarRp  12 juta," bebernya.

Sosialisasi Asuransi Nelayan

Untuk itu  Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, terus meningkatkan kesadaran nelayan untuk memperoleh asuransi.

Sosialisasi serta peran dari tingkat OPD hingga penyuluh yang tersebar di kecamatan dan desa di Kabupaten Bangka Barat, terus dilakukan  agar seluruh nelayan mendapat jaminan asuransi tersebut.

Kepala DKP Kabupaten Bangka Barat, Sukraedi menyebut hal tersebut menjadi prioritas pihaknya guna menjamin profesi nelayan yang terbilang beresiko sehingga
hak dan kewajiban nelayan terlindungi.

"Sosialisasi terus kami genjot agar semua hak hak nelayan bangka Barat terakomodir dan terjamin. Jadi keluarga tidak perlu cemas, karena mereka yang terdata mendapat jaminan asuransi," kata  Sukraedi, Rabu (6/11/2019)

(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved