Angkot di Kota Pangkalpinang Terancam Jadi Sejarah, Slamet: Masa Bodoh, Saya Tetap Jadi Sopir Angkot

Dia menceritakan bahwa angkot ini sangat berjasa bagi hidupnya, hampir 50 tahun angkot yang menghidupi lima anaknya.

Angkot di Kota Pangkalpinang Terancam Jadi Sejarah, Slamet: Masa Bodoh, Saya Tetap Jadi Sopir Angkot
Bangka Pos/Cici
Slamet, sopir angkot jurusan Ramayana-Pangkalbalam 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jumlah angkutan kota (angkot) di Kota Pangkalpinang terus menyusut.

Saat masa keemasannya, era 90-an sampai 2000 awal, ada sekitar 600 angkot mengaspal di Kota Pangkalpinang.

Kini jumlahnya hanya tersisa 73 unit.

Meski angkot terancam menjadi sejarah, namun Slamet seorang sopir di Kota Pangkalpinang tak menyerah.

Slamet (61) mengaku tidak peduli dengan keadaan angkot yang semakin hari semakin sepi penumpang.

"Masa bodoh, memang sekarang angkot sepi jangan dibilang lagi. Saya tetap jadi sopir angkot walau yang lain mau berhenti. Kalau ada peremajaan, saya mau ikut meski yang lain tak mau. Saya tetap mau," kata Slamet sopir angkot rute Ramayana - Pangkalbalam saat ditemui bangkapos.com, Selasa (5/11/2019).

Dia menceritakan bahwa angkot ini sangat berjasa bagi hidupnya, hampir 50 tahun angkot yang menghidupi lima anaknya.

Sehingga berat rasanya bila harus meninggalkan profesi yang sudah menjadi darah dagingnya.

Bahkan dia sudah banyak teman yang biasa membantunya.

"Kalau saya ini, banyak teman yang bantu jadi walau sepi, penghasilan masih lumayan. Soalnya kadang dikasih 20 ribu pas mau kasih kembalian teman bilang tak usah," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved