Bappenas Sampaikan PR Bangka Belitung

Berdasarkan data dari BPS, di tahun 2018 angka HLS di Babel mencapai 11,87 tahun, peringkat dua terendah secara nasional

Bappenas Sampaikan PR Bangka Belitung
Bappeda Prov. Babel
Rapat Sosialisasi Penyusunan Profil Analisis Pembangunan Daerah (PrADa) Di Prov. Kep. Babel Tahun 2019 di Hotel Bangka City, Selasa (05/11). 

BANGKAPOS.COM-- Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) menjadi Pekerjaan Rumah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal tersebut diungkapkan Plt. Kasubdit Analisis Sosial dan Ekonomi Regional, Direktorat Pengembangan Wilayah dan Kawasan, Kementerian PPN/Bappenas RI, Zulfakar.

Berdasarkan data dari BPS, di tahun 2018 angka HLS di Babel mencapai 11,87 tahun, peringkat dua terendah secara nasional. Sedangkan untuk RLS penduduk berusia 25 tahun ke atas mencapai 7,84 tahun di tahun 2018, yang secara nasional berada pada peringkat 24.

Dengan capaian HLS dan RLS tersebut, menurut Zulfakar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tahun 2018 masih cukup baik, pada kategori sedang dengan capaian 70,67.
Sebagai tambahan informasi, tiga komponen utama dalam pengukuran capaian IPM sesuai rekomendasi UNDP adalah dimensi umur panjang dan hidup sehat (Umur Harapan Hidup), dimensi pengetahuan (Angka
Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah), dan dimensi standar hidup layak (Pengeluaran Per Kapita).

"IPM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didongkrak dari komponen standar hidup layak atau Pengeluaran Per Kapita yang di tahun 2018 mencapai Rp 12,66 juta dan berada dalam kelompok tinggi," ungkapnya pada saat Rapat Sosialisasi Penyusunan Profil Analisis Pembangunan Daerah (PrADa) Di Prov. Kep. Babel Tahun 2019 di Hotel Bangka City, Selasa (05/11).

Persoalan rendahnya RLS dan HLS bukan pada ketersediaan atau akses terhadap lembaga pendidikan. Bila dilihat dari kemiskinan, menurutnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam peringkat keempat terendah secara nasional.

"Ini yang menariknya di Bangka Belitung, PR nya bukan pada ketersediaan atau akses lembaga pendidikan, namun lebih pada sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan sehingga dapat mendorong masyarakat untuk terus sekolah," ungkapnya.

Senada dengan Zulfakar, Sekretaris Bappeda Kep. Babel, Joko Triadhi mengatakan, ketersediaan atau akses lembaga pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah cukup baik. Terkait angka RLS dan HLS yang rendah, menurutnya ada permasalahan lain yang memengaruhi rendahnya angka tersebut.

"Permasalahan ini harus kita gali dan intervensi bersama untuk diselesaikan, Dinas Pendidikan tidak harus terus menerus membangun sekolah atau ruang kelas baru, karena secara ketersediaan dan akses sekolah kita sudah cukup baik. Bisa saja permasalahan terkait rendahnya RLS dan HLS ini lebih disebabkan oleh faktor budaya yang ada di masyarakat. Misalnya saja, budaya menikah pada usia muda,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sosialisasi Penyusunan PrADa di Prov. Kep. Babel Tahun 2019, yang diikuti Perangkat Daerah terkait, dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani.

Fery Insani menyambut baik paparan yang disampaikan. Menurutnya, PrADa dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk mempertajam dan meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan yang berbasis kewilayahan, utamanya dalam rangka menyusun program atau kegiatan sesuai dengan isu atau permasalahan daerah.

"Sosialisasi ini merupakan tahap awal, tahun depan rencananya kami akan mulai melakukan penyusunan Profil Analisis Pembangunan Daerah yang akan kami sesuaikan tematiknya dengan karakteristik daerah," ungkapnya.

Sumber : Bappeda
Penulis : Rizky
Foto : Rizky

Tags
Bappenas
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved