CETAK - Angkot di Pangkalpinang Terancam Jadi Sejarah, Wawako Tak Bisa Bantu, Sopir Masa Bodoh

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang tidak bisa membantu para sopir angkot untuk tetap bertahan.

CETAK - Angkot di Pangkalpinang Terancam Jadi Sejarah, Wawako Tak Bisa Bantu, Sopir Masa Bodoh
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Slamet sopir angkot rute Ramayana- Pangkalbalam, Selasa, (5/11/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Angkutan kota (angkot) di Kota Pangkalpinang bersaing di tengah perkembangan teknologi dan membeludaknya kendaraan pribadi.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, saat ini tersisa 73 unit angkot saja yang masih beroperasi.

Keberadaan angkot terancam hilang dari Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jika kalah bersaing dari moda transportasi umum lainnya.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang tidak bisa membantu para sopir angkot untuk tetap bertahan.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Muhammad Sopian mengatakan secara tidak langsung minat masyarakat menggunakan angkot akan tergeser oleh teknologi dan kemajuan sistem angkutan umum.

"Ini persaingan bisnis, sarana transportasi umum yang bercampur bisnis. Secara alamiah akan tergeser sendiri dan tidak bisa dipertahankan," kata Sopian, Selasa (5/11/2019).

Menurut Sopian, keberadaan angkot di ibukota tergantung masyarakat sebagai konsumen.

NEWS ANALYSIS - Pemkot Pangkalpinang Tak Hanya Tanggung Jawab Soal Angkot, Tapi Angkutan Umum Lain

Meski diurus oleh Dishub Pangkalpinang, ujar Sopian, sopir angkot tetap akan berhadapan dengan perkembangan zaman.

Pemkot ditegaskan Sopian, tidak membiarkan angkot hilang di Kota Pangkalpinang, tetapi menurutnya akan tergeser dengan sendirinya.

Selain itu, pemkot tak mampu melakukan peremajaan karena keterbatasan anggaran.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved