Keluar Cairan Dari Telinga (Otorrhea)

Dr. Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L dari RS.Siloam Bangka menjelaskan, telinga adalah salah satu organ panca indera yang sangat penting

ist/Dr. Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L dari RS.Siloam Bangka
Dr. Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L dari RS.Siloam Bangka menjelaskan, telinga adalah salah satu organ panca indera yang sangat penting. Fungsi telinga sudah dapat diperiksa sejak usia 1 hari kelahiran. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dr. Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L dari RS.Siloam Bangka menjelaskan, telinga adalah salah satu organ panca indera yang sangat penting. Fungsi telinga sudah dapat diperiksa sejak usia 1 hari kelahiran. Kelainan pendengaran sejak lahir berdampak terhadap terhambatnya tumbuh kembang anak.

Keluar cairan dari telinga atau disebut juga otorrhea, dapat berupa cairan yang berwarna bening, putih kental seperti susu, bernanah atau bisa keluarnya darah disertai dengan gejala nyeri pada teli­nga, demam, gatal, pu­sing berputar, telinga berdenging dan tuli sementara.

Asal dari cairan tersebut bisa dari liang te­linga, pecahnya gendang telinga atau dari sistem saraf pusat (otak). Ini berkaitan dengan peradangan dan infeksi, dapat di­karenakan sering mengorek-ngorek telinga sehingga memicu peradangan liang telinga.

Dapat terjadi karena kebiasaan seseorang, setelah berenang atau adanya jamur pada liang telinga. Gejala diawali dengan gatal pada liang telinga, lalu keluar cairan. Apabila tidak diobati maka akan menyebabkan infeksi dan cairan yang keluar dari telinga bisa bercampur nanah serta darah dan dapat menyebabkan tuli sementara.

Gendang telinga yang pecah akibat infeksi yang terjadi pada telinga tengah akan menghasilkan cairan yang berwarna kekuningan seperti nanah dan berbau tidak sedap. Proses peradangan dan infeksi yang terjadi sangat kompleks.

Menurut dr.Roni Januardi, Sp.TH.T.K.L, peradangan dan infeksi telinga tengah dapat terjadi pada berbagai usia, kejadian yang paling sering berkisar usia 6 bulan hingga 24 bulan. Infeksi telinga tengah biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri, bisa juga keduanya.

Peradangan telinga tengah dimulai dari infkesi saluran nafas atas meliputi mukosa hidung, nasofaring, adenoid dan tuba auditori. Tuba auditori adalah bagian yang menghubungkan antara hidung dan telinga bagian tengah. Akibat ruangan tuba yang sempit, peradangan yang terjadi akan menyebabkan ruangan makin sempit dan infeksi pada telinga tengah.

Pertumbuhan mikroba akibat infeksi di telinga tengah akan menghasilkan cairan atau nanah. Apabila nanah ini terkumpul terus menerus dalam jumlah banyak di telinga tengah akan mengakibatkan timbulnya nyeri hebat dan demam.

Nyeri akan hilang bila cairan dari telinga tengah tersebut keluar melalui telinga, jika hal ini terjadi kemungkinan besar gendang telinga pecah dan terjadi tuli sementara.

Beberapa faktor risiko yang paling umum adalah infeksi saluran pernapasan atas. Faktor risiko lain termasuk jenis kelamin laki-laki, amandel yang besar, alergi debu, tinggal di tempat penitipan anak, paparan asap rokok, refluks gastroesofagus (asam lambung).

Dr.Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L menyarankan segera berobat bila terjadi keluhan. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Beberapa tindakan pencegahan seperti;
1. Tidak sembarang mengorek telinga,
2. Segera berobat bila sering mengidap infeksi saluran nafas atas
3. Prilaku bersih dan hidup sehat
4. Makan teratur dan gizi seimbang
5. Cukup istirahat.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved