Berita Pangkalpinang

Masyarakat Pangkalpinang Takut Kalau Hujan, Pemerintah Harus Berikan Rasa Aman dan Nyaman

Ketakutan sebagian masyarakat terhadap hujan cukup beralasan. Beberapa daerah di Pangkalpinang, hanya karena hujan sebentar saja sudah banjir

Masyarakat Pangkalpinang Takut Kalau Hujan, Pemerintah Harus Berikan Rasa Aman dan Nyaman
Yuranda
Beberap titik di kota Pangkalpinang terendam banjir satu diantaranya, Jalan Balai Kelurahan Batintikal, Taman Sari terendam banjir, Senin (4/11/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketakutan sebagian masyarakat di Pangkalpinang terhadap hujan cukup beralasan. Beberapa daerah di Pangkalpinang, hanya karena hujan sebentar saja sudah banjir

Wakil Ketua DPRD Propinsi Kep. Bangka Belitung, Amri Cahyadi, Rabu (6/11/2019) mengatakan pemerintah harus mengambil sikap dan tanggap ketakutan sebagian warga Pangkalpinang terhadap hujan.

"Tugas pemerinyah juga untuk memberika rasa nyaman dan aman tinggal di Pangkalpinang. Kalau ada warga yang takut hujan karena khawatir terjadi banjir ini harus diselesaikan," ujar Amri Cahyadi.

Permasalahan banjir di ibu kota Propinsi Bangka Belitung ini tak hanya menjadi tanggungjawab Walikota Pangkalpinang saja.

Tapi kata Amri Cahyadi menjadi tanggungjawab pemerintah Propinsi Kep. Bangka Belitung juga.

Pasalnya selain sampah, penyebab banjir di Pangkalpinang ini akibat sedimentasi kolong retensi sebagai penampung air.

Sedimentasi ini terjadi akibat limbah penambangan ilegal dari Kabupaten Bangka Induk dan Kabupatem Bangka Tengah.

"Kita lihat kolong retensi kacang pedang itu terjadi pendangkalan. Padahal belum lama dikeruk. Kemudian kolong di pasar induk, baru dikeruk sudah muncul sedimentasi ataun pendangkalan," ujar Amri.

Pemkot Pangkalpinang tidak bisa menertibkan tambang ilegal di hulu sungai. Hal ini dikarenakan berbeda wilayah dan tugasnya. Yakni Bangka Tengah dan Bangka.

Karenanya kata Amri, pemerintah propinsi turun tangan. Memanggil para bupati untuk menertibkan tambang di hulu sungai.

" Seperti di Mangkol itu, aliran limbahnya masuk ke Pangkalpinang. Akibatnya sungai dangkal. Kemudian di Kolong Kace juga demikian, katanya mau dibangun waduk, tapi sampai sekarang belum ada. Malah terjadi pendangkalan dan saat hujan masuk ke kolong retensi kacang pedang," kata Amri Cahyadi.

Karenanya Amri berharap pemerintah propinsi segera turun tangan menyelesaikan masalah banjir di Pangkalpinang. Bila tidak maka ketakutan sebagian masyarakat bila hujan akan terjadi banjir terus terjadi.

(Bangka Pos / Hendra)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved