Waspadai Bahaya Timbal Pada Anak-anak, Begini Penjelasan Dokter RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang

Dokter umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah dr Annisa Rahmayuni menjelaskan bahaya kandungan timbal yang sering digunakan

Waspadai Bahaya Timbal Pada Anak-anak, Begini Penjelasan Dokter RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Dokter umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah dr Annisa Rahmayuni 

Waspadai Bahaya Timbal Pada Anak-anak, Begini Penjelasan Dokter RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dokter umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang dr Annisa Rahmayuni menjelaskan bahaya kandungan timbal yang sering digunakan sebagai bahan di kehidupan sehari-hari.

"Timbal adalah unsur kimia berbentuk logam yang bersifat toksik. Pada kehidupan sehari-hari, timbal banyak dimanfaatkan pembuatan benda-benda di sekitar kita seperti sebagai pelarut cat, mainan anak-anak, kosmetik, keramik, pipa ledeng, bahkan di debu dan udara yang tercemar timbal. Bagi anak-anak terutama, hal ini sangat mengganggu karena anak-anak masih belum sadar akan kebersihan dan sering memasukkan barang ataupun jari ke dalam mulut, padahal barang-barang yang dipegangnya itu mengandung timbal," kata Annisa kepada bangkapos.com, Rabu(6/11/2019).

dr Annisa menerangkan keracunan timbal dapat menimbulkan bahaya jangka pendek dan jangka panjang. Gejala jangka pendek bisa berupa muntah, sakit perut, diare, sakit kepala, insomnia, bahkan hingga kejang-kejang ataupun koma.

Bahaya jangka panjang timbal dapat menganggu perkembangan otak, menyebabkan anemia, ganguan sistem saraf, gangguan tumbuh kembang, hingga gangguan kesehatan lainnya.

"Untuk lebih pasti, keracunan timbal dapat diketahui dari hasil pemeriksaan tingkat timbal dalam darah. Bila sudah terjadi keracunan, segera bawa anak ke dokter untuk menghindari komplikasi lebih lanjut," katanya.

dr Annisa menambahkan cara mengurangi bahaya keracunan timbal tentu merupakan pekerjaan utama bagi para orang tua.

"Orangtua harus memperhatikan kebersihan anak-anaknya seperti mengajarkan cuci tangan, mengajarkan anak untuk melepas alas kaki jika masuk kedalam rumah, rajin membersihkan rumah terutama lantai, tidak menggunakan cat yang mengandung timbal. Jika menggunakan air keran, biarkan air mengalir dulu selama satu menit untuk meminimalisir kandungan timbal dalam pipa, dan berhati-hati dalam membelikan mainan anak-anak agar tidak mengandung timbal,"sarannya.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved