Berita Pangkalpinang

Anggota DPRD Bangka Belitung Pertanyakan Kinerja Polda Babel Lambat Tangani Kasus Tambang Belitung

Anggota DPRD Babel mempertanyakan kinerja aparat Polda Babel yang dinilai lambat tangani kasus pengrusakan dan penganiayaan Satpol PP dan Wagub Babel

Anggota DPRD Bangka Belitung Pertanyakan Kinerja Polda Babel Lambat Tangani Kasus Tambang Belitung
bangkapos.com/ Hendra
Rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Babel terkait permasalahan penertiban tambang di Belitung, Kamis (7/11/2019). 

Anggota DPRD Babel mempertanyakan kinerja aparat Polda Babel yang dinilai lambat dalam menangani kasus pengrusakan dan penganiayaan Satpol PP dan Wagub Babel

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota DPRD Babel mempertanyakan kinerja aparat Polda Babel yang dinilai lambat dalam menangani kasus pengrusakan dan penganiayaan Satpol PP dan Wagub Babel saat menertibkan tambang ilegal di Desa Sijuk, Kabupaten Belitung.

Ini disampaikan oleh anggota DPRD Babel dari Fraksi Demokrat, Nico Plamonia dan Adet Mastur, Ketua Komisi II dari Fraksi PDIP dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Babel, Kamis (7/11/2019) sore.

Nico mengatakan sejak terjadinya kasus pengrusakan dan penganiayaan, Sabtu (2/11/2019) hingga saat ini belum ada nama-nama pelaku yang menyerang Satpol PP dan Wagub itu.

"Padahal mereka membawa parang (senjata tajam) saat menyerang tim penertiban itu saja bisa dikenakan Undang-undang darurat. Sedangkan dalam kasus ini jelas ada pengrusakan dan penganiayaannya," kata Nico.

Dia menambahkan, dalam kasus ini kepolisian tidak hanya menyelidiki kasus pengrusakan dan penganiayaannya saja. Tapi polisi juga harus menyelidiki penampung pasir timah dari tambang ilegal di hutan lindung tersebut.

Sementara itu Adet Mastur mengapresiasi langkah Satpol PP Provinsi Bangka Belitung yang menertibkan tambang ilegal di Desa Sijuk, Kabupaten Belitung.

Namun disayangkan kepolisian lambat menangani kasus penganiayaan dan pengrusakan oleh penambang kepada tim penertiban. Demikian juga dengan yang menimpa Wakil Gubernur Babel, Abdul Fattah.

"Wagub ini simbol pemerintahan. Polda kok sampai saat ini belum ada tersangkanya. Kalau ribut kecil, cepat ada tersangkanya. Kalau penambang kecil cepat ada tersangkanya, kalau besar tidak ada," kata Adet Mastur.

Karenanya Adet meminta agar Polda Babel dan jajaran bekerja serius dan cepat dalam menangani kasus ini. Diharapkannya dalam waktu dekat sudah ada tersangka pengrusakan dan penganiayaan itu.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Waka Polda Babel, Kombes Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan bahwa kasus tersebut tidak akan dianggap remeh. Kepolisian pun ingin kasus ini diselesaikan dengan cepat.

"Kita tetap melakukan penegakan hukum, sampai saat ini kita masih melakukan penyidikan. Karenanya kita butuh informasi dan keterangan dari saksi-saksi," kata Slamet.

Sementara terkait belum adanya tersangka, Slamet mengatakan kasusnya masih dalam proses penyidikan. Kepolisian tidak mau asal-asalan dalam memproses kasus ini. Apalagi sampai salah tangkap atau salah menetapkan tersangka.

"Kita masih butuh informasi yang banyak. Kita tidak mau asal tabrak, tapi harus hati-hati. Jangan sampai nanti salah menetapkan orang sebagai tersangka," ujar Slamet.

(bangkapos.com / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved