Bahas Soal Radikalisme, Ustad Abdul Somad Singgung Nama Habib Rizieq Shihab dan Habib Bahar

Menurut Ustaz Abdul Somad, dengan adanya acuan pasal tentang radikal itu dapat meminimalisir kekhawatiran.

Bahas Soal Radikalisme, Ustad Abdul Somad Singgung Nama Habib Rizieq Shihab dan Habib Bahar
Capture YouTube Talk Show tvOne
Bahas Soal Radikalisme, Ustad Abdul Somad Singgung Nama Habib Rizieq Shihab dan Habib Bahar 

Hal itu disampaikannya dalam program acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne.

"Ada lima istrilah di BNPT yang kita elabolarasi yang kemudian mencerahkan masayakat kita untuk jangan mudah menjustifikasi seseorang sebagai orang yang radikal hanya karena simbol atau latar belakang pendidikan," jelasnya.

Kelima istilah yang dimaksud antara lain radikal, radikalisasi, radikalisme, radikal terorisme, dan deredikalisasi.

"Radikal itu radiks, berpikir sampai akar-akar sampai tuntas. Ciri orang yang berpikir radikal radiks dalam arti positiff ada tiga, berpikir komprehensif, sistematis dan universal," katanya.

"Radikalisasi ini proses, ketiga radikalisme, di sini mulai melenceng makna radikal dari positif menjadi negatif, karena radikal dan isme," tambahnya.

Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof Irfan Idris di ILC tvOne.
Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof Irfan Idris di ILC tvOne. (Youtube/ Indonesia Lawyers Club TV One)

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa ada empat makna atau tujuan dari istilah radikalisme itu.

"Yang pertama ingin merubah keadaan dengan radiks sampai tuntas ke akar-akarnya, kedua secara cepat, sekarang yang ketiga, kempat yang tidak benar. Karena memaksakan kehendak, mengatasnamanakan agama dan menggunakan kekerasan," jelasnya.

"Di sinilah mulai melenceng makna radikal yang setiap orang menyebut radikal pasti negatif, kita harus pahami secara radikal juga ini kata radikal, jangan sepotong-potong," tambahnya.

Sedangkan radikal terorisme, lanjutnya, adalah sesuatu yang berbahaya bagi keutuhan bangsa baik secara geografis maupun demografis.

"Dan berbahaya bagi keutuhan berbangsa secara ideologi," tuturnya.

"Terakhir deredikalisasi."

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved