Seragam PNS/ASN Bakal Diganti? Ini Kata Designer Soal Bahan dan Model yang Cocok

Bahan yang dipakai untuk seragam PNS tak cocok jika digunakan oleh pegawai yang lebih banyak bekerja di lapangan dibandingkan ruangan.

Seragam PNS/ASN Bakal Diganti? Ini Kata Designer Soal Bahan dan Model yang Cocok
KOMPAS.COM
Seragam PNS diubah mulai Senin (8/2/2016). Tak hanya mengenakan seragam berwarna krem, PNS nantinya juga memiliki seragam dinas batik dan juga kemeja putih.(Dok. Kemendagri) 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA — Pakaian Seragam Harian (PSH) para Aparat Sipil Negara (ASN) dinilai kurang berbasis budaya nusantara dan lebih mewariskan budaya kolonial Belanda. Apa kata desainer?

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota DPR RI yang juga tokoh budaya Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang meminta Menteri Dalam Negeri,

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) hingga Menteri Agama segera mengubah aturan pakaian ASN.

Menurut Dedi Mulyadi, bahan yang digunakan untuk seragam ASN juga dinilai terlalu tebal.

Bahan yang dipakai untuk seragam PNS tak cocok jika digunakan oleh pegawai yang lebih banyak bekerja di lapangan dibandingkan ruangan.

Dari segi bahan, Desainer yang juga ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma menyebutkan bahannya memang bisa dibilang tebal dan lebih cocok digunakan di dalam ruangan, khususnya seragam ASN yang berwarna cokelat atau yang biasa disebut jas tongki.

Tapi enaknya dengan bahan semi wol atau pun katun karena pilihannya sudah beragam seragam tersebut bisa digunakan dalam waktu lama.

“Memang panas atau ketebalan tapi bisa bertahan lama seharunsya, kalau untuk yang dilapangan bahan yang digunakan mungkin bisa lebih tipis.

Ya sarannya gunakan bahan yang lebih tipis seperti viscose,” kata Ali Charisma kepada Tribunnews.com, Rabu (6/11/2019).

Ilustrasi Giliran PNS Kena Masalah karena Status di Facebook: Satu Dipecat, Satu Masih Diperiksa.
Ilustrasi Giliran PNS Kena Masalah karena Status di Facebook: Satu Dipecat, Satu Masih Diperiksa. (Grafis Tribun Style)

Kalau disarankan menggunakan sutra, Ali memastikan kalau perawatannya akan sulit karena cara pencuciannya sebaiknya menggunakan metode dry clean tidak bisa sembarangan mencuci.

Halaman
123
Editor: teddymalaka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved