Maulid Nabi Muhammad Mengingatkan Umat Tentang Kehidupan dan Keteladanan

Substansi peringatan Maulid Nabi Muhammad memiliki banyak manfaat dan kebaikan bagi masyarakat,

Maulid Nabi Muhammad Mengingatkan Umat Tentang Kehidupan dan Keteladanan
Bangkapos.com/Edwardi
H Abdul Rohim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk tradisi yang baik di masyarakat, bukan termasuk bagian dari masalah ibadah yang dipersoalkan keabsahannya.

Dikategorikan tradisi yang baik, karena substansi peringatan Maulid Nabi Muhammad memiliki banyak manfaat dan kebaikan bagi masyarakat, seperti meneladani prilaku Nabi Muhammad SAW, pembacaan ayat-ayat Al Qur’an, dzikir, tahlil, kalimat thayyibah dan pembacaan sejarah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW

"Hal tersebut juga berlaku untuk tradisi keagamaanlainnya, seperti peringatan Isra’ Mi’raj, peringatan Nuzulul Qur’an, Peringatan Tahun Baru Muharram, dan sesamanya," kata H Abdul Rohim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Jumat (08/11/2019).

Ditambahkannya, Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki dalam kitab Mafahim Yajib an Tushahhah halaman 317 menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad merupakan kegiatan yang efektif untuk berdakwah kepada Allah .

"Menjadi sarana yang tepat untuk mengingatkan umat tentang kehidupan dan keteladanan Nabi Muhammad, seperti meniru akhlak, perilaku, adab, sejarah perjuangan, bisnis, politik, strategi kepemimpinan dan cara ibadah Nabi Muhammad,” ujar H Rohim.

Dilanjutkannya, peringatan Maulid Nabi juga menjadi momen yang tepat untuk memberikan nasihat yang baik bagi umat dan menunjukkan mereka menuju jalan kebaikan dan kebahagiaan.

"Mencegah umat dari musibah, bid’ah, kejelekan, hoaks, dan fitnah. Peringatan Maulid Nabi Muhammad bukanlah semata-mata kata tanpa makna, namun tradisi Maulid Nabi merupakan tradisi yang memiliki banyak kebaikan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang mencintai Nabinya," jelasnya..

Diharapkannya, siapa pun kita, baik sebagai pejabat maupun rakyat, baik sebagai orang kaya maupun kaum papa, baik sebagai pemimpin maupun yang dipimpin, baik sebagai politisi maupun pemilik aspirasi.

"Mari kita menjadikan Rasulullah Nabi Muhammad sebagai teladan dan contoh dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat,” ujar Rohim.

Rohim mengajak agar semua dapat meneladani prilaku Nabi Muhammad yang penuh dengan adab dan kesopanan, akhlak beliau yang mulia, sifat beliau yang pemaaf, perkataan beliau yang lemah lembut dan jauh dari sikap kasar, dan selalu membimbing umat menuju kebaikan dan kemaslahatan.

“Semoga kita semua benar-benar dapat menjalankan ajaran beliau sehingga kita benar-benar diakui sebagai umatnya dan mendapatkan syafa’atnya baik di dunia maupun di akhirat.” tukasnya.

(Bangkapos com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved