Berita Pangkalpinang

Pemprov Babel akan Kucurkan Dana Rp 21 Miliar untuk Imunisasi dan Penanganan Stunting Tahun 2020

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelontorkan anggaran sebesar Rp 21 miliaruntuk imunisasi dan penanganan stunting tahun 2020

Pemprov Babel akan Kucurkan Dana Rp 21 Miliar untuk Imunisasi dan Penanganan Stunting Tahun 2020
Ist/Pemprov Babel
Rapat Dana Insentif Daerah (DID) penanganan masalah stunting bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di ruang Tanjungpendam, Kantor Gubenur Babe Jumat (8/11/2019). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelontorkan anggaran sebesar Rp 21 miliar untuk imunisasi dan penanganan stunting pada 2020 mendatang.

"Rp 21 miliar untuk imunisasi dan stunting. Sekarang kita bahas, sebab Januari harus mulai,” kata Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman pada rapat Dana Insentif Daerah (DID) penanganan masalah stunting bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di ruang Tanjungpendam, Kantor Gubenur Babel, Jumat (8/11/2019).

Dikutip dalam rilis pers Humas dan Protokol Setda Babel, rapat itu digelar agar masing-masing dinas terkait dapat menyampaikan program-programnya untuk penyerapan DID penanganan masalah stunting ini.

Erzaldi mengatakan, perangkat daerah terkait harus memastikan bahwa program mereka tepat sasaran.

“Dana ini, diperuntukan untuk imunisasi dan stunting, tapi penggunaannya dari OPD Provinsi yang berkoordinasi dengan kabupaten dan kota,” ucap Erzaldi.

Saat ini terdapat sekitar 69 desa yang teridientifikasi mengalami masalah stunting. Program-program yang dikerjakan oleh perangkat daerah harus menyasar ke 69 desa ini.

Pelaksanaannya harus berbasiskan data mulai dari jumlah ibu hamil, jumlah bayi, dan pekerjaan orangtua.

“Menyangkut pekerjaan orang tua, misalnya OPD peternakan bisa membantu mereka dalam ketahanan pangan, contohnya memelihara ayam atau ikan, yang intinya apa yang mereka lakukan untuk menambah gizi mereka,” saran Erzaldi.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Babel, Melati Erzaldi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi tentang program apa yang akan diajukan untuk penanganan stunting di PKK. Satu dari tiga program yang diajukan adalah Apreding Dasawisma.

Nantinya program akan memfokuskan pada dasawisma yang terindentifikasi stunting di 69 desa.

Kedua, memberikan bahan tambahan makanan untuk balita dengan sasaran ibu-ibu hamil dan balita. Program akan diberikan selama masa hamil sampai 1000 hari kehidupan untuk mencegah stuting.

Ketiga, PKK akan melakukan Seminar Gizi Penanganan Stunting melalui pengelolahan makanan lokal. “Setiap tahun hanya lomba - lomba, tapi tidak mengetahui makanan yang bernilai gizi, ternyata tulang ikan juga mengandung gizi yang baik, ini yang harus kita sampaikan dalam seminar tersebut,” kata Melati. (Bangkapos.com/Rilis/Dedy Qurniawan)

 

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved