Sungai Perimping Ditambang

Hutan Mangrove Ditambang, Masyarakat Desa Ini Ngadu ke DPRD Babel

Mereka minta agar DPRD Babel memberikan jalan keluar. Menertibkan tambang yang merajalela merusak kawasan hutan mangrove di Sungai Perimping

Hutan Mangrove Ditambang, Masyarakat Desa Ini Ngadu ke DPRD Babel
Bangka Pos / Hendra
Pertemuan masyarakat Desa Berbura dan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, Senin (11/11/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat nelayan dari Desa Berbura (Dusun Bernai, Buhir dan Rambang) Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka tak tahan lagi dengan aktivitas tambang yang merusak mangrove di DAS Sungai Perimping.

Mereka minta agar DPRD Babel memberikan jalan keluar. Menertibkan tambang yang merajalela merusak kawasan hutan mangrove konservasi di Sungai Perimping.

"Tambang ini sudah sangat mengganggu kami nelayan dan masyarakat. Padahal sudah beberapa kali ditertibkan, sehari setelah ditertibkan mereka datang lagi menambang," kata Tarmizi, Kepala Dusun Rambang, mewakili nelayan saat menemui Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, Senin (11/11/2019).

Sementara itu, Didit Srigusjaya menyayangkan hutan konservasi mangrove DAS Perimping ditambang sejak 2008 hingga saat ini.

Aktivitas tambang ini terjadi dinilainya karena tidak ada tindakan tegas dari aparat hukum dan pemerintah daerah.

"Aturannya sudah jelas. Undang-undang dan perda ada melarang tambang di das maupun hutan mangrove. Kasihan nelayan kalau mengrove ini ditambang," ujar Didit Srigusjaya.

DPRD maupun pemerintah daerah pun sepakat tak melarang adanya tambang. Akan tetapi aktifitas tambang harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Kalau kondisi sudah seperti ini, aparat hukum mulai dari kepolisian, TNI dan pemerintah harus bertindak tegas dengan menegakkan hukum," ujar Didit Srigusjaya.

(Bangka Pos / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved