Mayat Cowok Diplester Lalu Dibungkus Selimut Berlapis Plastik Aromanya Tak Sedap, Begini Kata Polisi

Sesosok mayat laki-laki ditemukan dalam posisi terbungkus selimut berlapis plastik dalam kondisi terlipat di dalam koper tersebut.

Mayat Cowok Diplester Lalu Dibungkus Selimut Berlapis Plastik Aromanya Tak Sedap, Begini Kata Polisi
Tribunnews
Ilustrasi mayat 

Sampai bulan Maret itu telepon saya, nyuruh saya cepat pulang karena sepeda motor sudah dibelikan," imbuh Fatim.

Surono memang membeli sepeda motor CBR itu.

Setelah memintanya pulang, Fatim tidak lagi pernah berbicara dengan sang ayah.

Apalagi di bulan April, Bahar memberitahu ayahnya sudah pindah ke Lombok.

Fatim tidak mencurigai apapun.

Hanya saja, dia kerap resah karena tidak pernah mendapat kabar dari ayahnya.

Fatim yang beberapa kali meminta nomor telepon Surono kepada Bahar juga tidak pernah diberi.

Bahkan Bahar menjawab kalau ibu tirinya alias istri Surono galak dan tidak ingin Surono berhubungan dengan keluarga di Dusun Juroju Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo.

"Katanya bapak juga ganti nomor telepon," lanjutnya kepada Tribunjatim.com.

Pada Juni 2019, Fatim pulang ke rumah.

Ketika itu, ibunya, Busani sudah menikah siri dengan JM.

Dapur rumahnya yang awalnya berdinding gedhek dan berlantai tanah, sudah dibangun menjadi dapur permanen yang berkeramik.

Dapur itu dibangun oleh sang ibu.

Di dapur itu pula, sebuah tempat shalat berada.

Di tempat shalat itulah, Fatim menunaikan ibadah shalat.

Fatim yang sempat resah beberapa kali, tidak bisa berbuat banyak karena cerita ayahnya sudah menikah lagi dan tinggal di luar pulau.

Selama tinggal di rumah itu, setelah kembalinya dia dari Malaysia, Fatim dua kali bermimpi sang bapak.

Pertama, dalam mimpinya, Surono minta dipayungi.

Mimpi itu dia ceritakan kepada ibunya. Ibunya hanya menjawab pendek, mungkin Surono sakit dan memintanya mendoakan Surono.

Mimpi kedua, tutur Fatim, sang ayah berpesan untuk menjaga ibunya dan bilang kalau dirinya kesal dengan Bahar.

"Dalam mimpi itu bapak bilang 'nduk, lindungi bu e yo, aku kesel karo Bahar'.

Saya langsung terbangun setelah mimpi itu," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Beberapa waktu setelah mimpi itu, baru terbongkarlah kalau ayahnya telah meninggal dunia.

Bahkan jasad ayahnya dikubur di dapurnya, di bawah musala.

Fatim tidak pernah menyangka, kalau sang kakak tega melakukan hal keji itu kepada ayahnya hanya karena cemburu soal harta (ekonomi).

"Kakak itu memang kerap bilang, apa-apa yang diberi saya oleh bapak. Padahal bapak memberlakukan sama kepada kami.

Saya nggak nyangka, juga kaget kok sampai tega begitu. Dikuburnya di situ lagi, tempat saya shalat," ujarnya lirih.

Kini Fatim harus tegar karena memiliki bayi perempuan berusia 22 hari di tengah peristiwa tragis yang menimpa keluarganya.

Seperti diberitakan, Surono diduga tewas di tangan anaknya sendiri, Bahar Mario.

Pembunuhan itu diketahui dan diamini oleh ibunya, Busani. Jasad Surono kemudian dikubur dan dicor di dapur rumah itu.

Lokasi penguburan jasad Surono belakangan dijadikan tempat shalat. Kasus itu terkuak pada Minggu (3/11/2019). (TribunJatim.com)

Berita ini telah tayang di Tribunmataram.com dengan judul Terjadi Lagi, Penemuan Mayat dalam Koper di Bogor, Posisi Terlipat, Sekujur Tubuh Dililit Plester

Editor: ediyusmanto
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved