Antrean BBM di SPBU Bangka Belitung

Kurang Peminat, SPBU Simpang Bukit Toboali Pesan Bahan Bakar Non Subsidi Saat Stok Habis

Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpang Bukit Toboali, Geri menyebutkan pihaknya tidak banyak memiliki stok Pertamax dan Dexlite

Kurang Peminat, SPBU Simpang Bukit Toboali Pesan Bahan Bakar Non Subsidi Saat Stok Habis
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Penampakan Beberapa Kendaraan Bermotor Mengisi Bahan Bakar di SPBU Simpang Bukit Toboali 

BANGKAPOS.COM - Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpang Bukit Toboali, Geri menyebutkan pihaknya tidak banyak memiliki stok Pertamax dan Dexlite karena kurangnya minat warga.

Kepada bangkapos.com Geri menyatakan pengguna kendaraan bermotor di Toboali lebih banyak yang memilih untuk menggunakan Bio Solar, Premium dan Pertalite dibandingkan Pertamax dan Dexlite.

"Kalau hari kerja kita itu, Bahan Bakar Subsidi yaitu Bio Solar, Premium dan Pertalite bisa habis hanya 3-4 jam saja, tetapi kalau Pertamax dan Dexlite tidak, bahkan bisa berhari-hari," ujar Geri pada Selasa, (12/11/2019).

Penambahan Kuota BBM Bukan dari Pertamina, Wicaksono: Itu Urusan Pemerintah Kasih atau Tidak

Untuk itu, Geri menyebutkan pihaknya tidak terlalu banyak memesan pasokan Bahan Bakar Non Subsidi.

"Kalau yang subsidi kan kita dapatnya 8.000 liter selalu habis tetapi kalau yang Non Subsidi kita tidak ambil banyak karena peminatnya tidak banyak dan kembali memesan kalau persediaan sudah habis," ujarnya.

SPBU di Bangka Belitung Dikuasai Pengerit, Suherman: Sudah Mengganggu Ketertiban Umum

Sebagai pengelola, Geri pun tak memungkiri jika cepatnya habis Bahan Bakar Subsidi ini dikarenakan adanya pengerit yang rutin membeli bahan bakar dan kerap bolak-balik untuk mendapat minyak.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved