Berita Sungailiat

Penambang di Mapur Beroperasi Malam Hari Tapi Tetap Terjaring Razia

Penambang di Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka nekad beroperasi malam hari dan ironisnya terjaring juga.

Penambang di Mapur Beroperasi Malam Hari Tapi Tetap Terjaring Razia
IST/Suherman
Suasana razia Pol PP terhadap penambang yang beroperasi malam hari di Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka, Selasa (12/11/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penambang di Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka nekad beroperasi malam hari dan ironisnya terjaring juga.

Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman pada bangkapos.com, Selasa (12/11/2019 mengatakan, personil Pol PP Bangka sengaja diturunkan malam hari.

"Karena kita dapat laporan, penambang kini beroperasi malam hari makanya kita razianya juga malam hari," kata Suherman.

Mengenai lokasi razia Pol PP, sama seperti sebelumnya di pinggir jalan Desa Mapur.

Hanya saja bedanya waktu operasi dulu siang hari, sekarang malam hari untuk menghindari razia petugas.

"Saat penertiban TI (tambang ilegal) di pinggir jalan di Desa Mapur pada malam hari, jam 24.15 WIB, kita temukan dua unit TI sedang beroperasi," katanya.

Sementara itu Tim Satpol PP Bangka ketika turun ke lokasi didampingi Kasi Trantibum Kecamatan Riausilip dan Aparat Desa Mapur, langsung meminta pemilik dan pekerja tambang menghentikan aktifitas.

"Penertiban ini sudah berkali-kali, tapi penambang masih bandel, tidak jera-jera. Tidak bisa siang hari, malam hari mereka menambang tanpa ada rasa bersalah dan takut," sesal Suherman.

Padahal baru satu bulan lalu, Tim Pol PP Bangka turun ke lokasi ini menggelar razia. Ketika itu, bulan lalu.

Pol PP Bangka bergabung dengan Tim Polsek Riasuilip Bangka, tak hanya menghentikan aktivitas tambang namun juga menyita mesin TI.

Tapi faktanya, penambang seolah tak pernah kapok, malah beroperasi lagi pada malam hari.

"Daerah tersebut rawan banjir dan jalan tersebut pernah putus. Tanahnya juga sudah retak-retak dan yang paling ditakutkan jalan aspal tersebut ambrol. Kami beharap kepada penambang agar pindah dan tidak mengganggu fasilitas umum. Semalam kita beri peringatan agar bongkar sendiri alat tambangnya dan apabila mengulangi lagi kita akan melakukan tindakan tegas," kata Suherman.

(bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved