Gosip Selebritis

Usaha Kulinernya Dituding Gunakan Pesugihan, Ruben Onsu Geram Lapor Akun Media Sosial ini ke Polisi

Presenter Ruben Onsu (36) tiba-tiba mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Usaha Kulinernya Dituding Gunakan Pesugihan, Ruben Onsu Geram Lapor Akun Media Sosial ini ke Polisi
Grid.ID/Rissa Indrasty
Ruben Onsu 

BANGKAPOS.COM--Presenter Ruben Onsu (36) tiba-tiba mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Kehadiran Ruben Onsu itu diwakili oleh sang adik, Jordi Onsu, serta didampingi kuasa hukum Minola Sebayang.

Setelah hampir satu jam berada di dalam Gedung SPKT Polda Metro Jaya, Jordi Onsu keluar dengan dua laporan kepolisian.

Laporan pertama yakni laporan pencemaran nama baik dan fitnah usaha kuliner Ruben Onsu dengan nomor LP/7252/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Laporan kedua, dugaan penghinaan terhadap Betrand Peto Putra Onsu, anak ketiga Ruben Onsu dengan nomor laporan LP/7253/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Jordi Onsu menjelaskan bahwa ada dua masalah yakni soal pencemaran nama baik atas usaha pria yang akrab disapa Bensu itu dan dugaan penghinaan kepada anak angkat Ruben Onsu, Betrand Peto.

"Jadi ada sebuah akun channel YouTube melakukan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah kepada bisnis kuliner Bensu. Itu yang saya sangat marah," kata Jordi Onsu.

Hal yang membuatnya geram adalah akun YouTube tersebut tak membuat beritanya.

Tetapi video itu menayangkan konten yang menyebut nama Bensu dan foto.

"Kan konyol. Ini dampaknya bukan cuma buat kita doang, tapi ke-6.000 karyawannya. Karena isinya disebut bahwa usaha Ruben Onsu pakai pesugihan," ucap Jordi.

Kesal Namanya Tak Masuk Daftar Miliarder, Kanye West Ingin Ganti Nama, Singgung soal Narapidana

Jordi Onsu mengatakan,  dampak penayangan dari akun YouTube tersebut sangat besar.

Dia khawatir, tayangan tersebut bisa membuat usaha kuliner kakaknya itu tidak laku alias bangkrut jika kasus itu tidak diselesaikan oleh pihak berwajib.

"Karena 6.000 karyawan bergantung pada usaha Bensu. Mereka sangat geram dan resah dengan penayangan pemberitaan akun YouTube itu," katanya.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved