Berita Pangkalpinang

20 Lansia Dapat Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

20 orang lansia (lanjut usia) produktif di Kabupaten Bangka Tengah mengikuti bimbingan dan pemantapan (Bintap)

20 Lansia Dapat Bantuan Usaha Ekonomi Produktif
istimewa
20 orang lansia (lanjut usia) produktif di Kabupaten Bangka Tengah mengikuti bimbingan dan pemantapan (Bintap) dalam program family support berupa bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- 20 orang lansia (lanjut usia) produktif di Kabupaten Bangka Tengah mengikuti bimbingan dan pemantapan (Bintap) dalam program family support berupa bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Simpang Katis Kecamatan Simpang Katis, Selasa (12/11/2019) dibuka langsung Wahyono, Sekretaris Dinsos Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dihadiri Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial Bangka Tengah, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan pendamping lansia.

Wahyono menjelaskan program family support ini merupakan salah satu kegiatan dari Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial yang memberikan bantuan bagi lansia.

"Pada tahun ini Provinsi Babel memperoleh bantuan antara lain program family support yang merupakan modal usaha untuk lansia produktif. Sebanyak 122 orang terdiri dari Kabupaten Bangka Tengah 20 orang, Belitung Timur 52 orang dan Pangkalpinang 50 orang, masing-masing lansia mendapat bantuan. sebesar Rp 3 juta," kata Wahyono melalui rilisnya, Rabu (13/11/2019).

Dilanjutkannya sedangkan untuk Program Bantuan Lansia (Banlu) yang sudah tidak produktif lagi Babel dibantu sebanyak 516 orang lansia dengan rincian Kabupaten Bangka 40 orang, Bangka Tengah 71 orang, Bangka Selatan 29 orang, Bangka Barat 76 orang, Pangkalpinang139 orang, Beltim 113 orang dan Belitung 48 orang, dimana nasing-masing lansia memperoleh bantuan Rp 2.4 juta dalam setahun.

Sementara Suhimin, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Bangka Tengah memaparkan syarat untuk program family support ini antara lain, usia diatas 60 tahun, tinggal sendiri atau bersama pasangan, masih potensial, bukan peserta penerima Program Keluarga Harapan (PKH),

Termasuk dalam data orang miskin Basis Data Terpadu (BDT), dan memiliki wali penanggungjawab, sedangkan persyaratan program Bantuan Lansia (BANLU) perbedaannya hanya lansia yang tidak produktif lagi.

"Dinas Sosial Kabupaten Bangka Tengah tahun ini melalui APBD dengan kegiatan Komda Lansia memberi santunan sebanyak 600 lansia masing-masing sebesar Rp 1,2 juta dan paket sembako sebanyak 630 paket," ungkapnya.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved