Berita Sungailiat

Disperindag Bangka Terus Kembangkan Prodak Lokal, Tepung Tapioka Bisa Jadi Bahan Pembuatan Cake

Disperindag Kabupaten Bangka menerima kunjungan Industri Kecil Menengah (IKM) Bangka Selatan melihat dua IKM di Kabupaten Bangka

Disperindag Bangka Terus Kembangkan Prodak Lokal, Tepung Tapioka Bisa Jadi Bahan Pembuatan Cake
Ist/Disnakerindag Bangka
Disnakerindag Kabupaten Bangka menerima kunjungan IKM Bangka Selatan melihat dua IKM di Kabupaten Bangka yakni ke pembuatan Keripik cumi dan Kerupuk di Cendrawasih Sungailiat dan Merawang, pada Rabu (13/11/2019) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Kabupaten Bangka menerima kunjungan Industri Kecil Menengah (IKM) Bangka Selatan melihat dua IKM di Kabupaten Bangka yakni ke pembuatan Keripik cumi dan Kerupuk di Cendrawasih Sungailiat dan Merawang, pada Rabu (13/11/2019)

Dalam kunjungan tersebut banyak diperlihatkan produk lokal asal Kabupaten Bangka yang menjadi unggulan.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan prodak unggulan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Thony Marza, mengatakan, perlu adanya kompetensi dan peningkatan dalam hal produk olahan yang bisa dibuat untuk berbagai jenis makanan.

"Kalau upaya sendiri cukup banyak untuk memberikan peningkatkan kompetensi teknis untuk prodak olahan, seperti nanas ubi kayu, seperti tepung singkong itu bisa berbuat berbagai macam, seperti cake bukan hanya terigu, dalam komposisinya, tertentu di campur tapioka, dengan adanya pabrik bisa suport, tentunya menumbuhkan dari pada IKM, karena beberapa IKM memang masih push termasuk dari segi kemasan ini juga kita bantu," jelas Thony kepada Bangkapos.com, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, untuk kebutuhan bahan baku pembuatan berbagai macam prodak olahan masih mudah untuk ditemui, para pembuat selama ini tidak ada mengeluhkan kesulitan.

"Kalau untuk bahan baku sebetulnya masih mudah dicari, seperti telur cumi, tidak ada masalah, tetapi pemasaran ini emang yang masih harus kita push pemasaran secara digital, karena untuk digitalisasi harus komplit, ketika orang minta harus siap, lalu untuk promosi, teknik fortografi kemasan itu harus baik supaya menarik," ungkap Thony.

Ia menyarankan, tentunya dalam menjual produk, selain kualitas makanan diperlukan juga, label halal dalam suatu produk makanan untuk menambah kepercayaan konsumen terutama umat muslim.

Untuk itu, pemerintah daerah saat ini terus mendorong prodak lokal untuk mendapatkan serifikat halal dan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT).

"Kalau sertifikat halal sudah 100 lebih, sebetulnya kita sekarang ini masih bekerjasama dengan MUI, kalau untuk PIRT ada di dinas kesehatan untuk mengeluarkan bersama-sama lintas sektor UKM, PTSP, dinas pangan yang selalu bekerjasama mendorong hal itu," kata Thony. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved