Berita Bangka Tengah

Iuran BPJS Naik, Pekerja dengan Gaji UMP Ini Hanya Bisa Mengelus Dada, Pilih Turun Kelas

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang naik 100 persen banyak dikeluhkan warga.

Iuran BPJS Naik, Pekerja dengan Gaji UMP Ini Hanya Bisa Mengelus Dada, Pilih Turun Kelas
(Kompas.com/ Luthfia Ayu Azanella)
Ilustrasi Kartu BPJS Kesehatan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang naik 100 persen banyak dikeluhkan warga.

Seperti diungkapkan Samallo, pekerja swasta di Kabupaten Bangka Barat ini, mengaku keberatan dengan kenaikan iuran BPJS. Pasalnya, dengan gajinya yang hanya Upah Minimum Provinsi (UMP) Babel dengan kenaikan BPJS mandiri ini semakin menambah beban hidupnya.

Ia yang saat ini bekerja sebagai seorang pekerja swasta memang baru menanggung dua jiwa, dirinya sendiri dan istrinya, namun dengan gaji UMP ditambah mahalnya biaya hidup di Babel membuatnya harus mengelus dada ketika pemerintah melalui perpres nomor 75 tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan menetapkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

"Berat bang, gaji UMP BPJS naik, tau sendiri hidup di Babel ini mahal," keluh Samallo, Rabu (13/11) kepada Bangkapos.com

Harapannya agar pemerintah bisa mengkaji ulang kenaikan BPJS ini, karena tidak semua orang memiliki kemampuan finansial yang berlebih untuk membayar iuran BPJS yang naik hingga 100 persen.

Ia berencana akan memilih untuk turun kelas BPJS, dari saat ini BPJS kelas II memjadi BPJS kelas III.

"Rencananya saya mau turun kelas III saja lah," kata Samallo. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved