Berita Pangkalpinang

Iuran Naik, Peserta BPJS Kesehatan Pangkalpinang Berduyun-duyun Turun Kelas

Angga Firdauzie mengaku terjadi peningkatan peserta yang berkunjung sekitar 20-30 persen atau sehari di atas 200 peserta.

Iuran Naik, Peserta BPJS Kesehatan Pangkalpinang Berduyun-duyun Turun Kelas
(bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
Kepala Kantor Cabang Pangkalpinang BPJS Kesehatan Angga Firdauzie Rabu,(13/11/2109) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Kantor Cabang Pangkalpinang BPJS Kesehatan Angga Firdauzie mengaku terjadi peningkatan peserta yang berkunjung sekitar 20-30 persen atau sehari di atas 200 peserta.

"Memang banyak yang datang berkunjung ke kantor kami untuk berbagai keperluan. Cenderung memang yang berkunjung untuk turun kelas terutama ke kelas III dari kelas I dan II. Total belum bisa kami pastikan, persentase antar 10-20 persen turun kelas, sehari bisa sampai 25 peserta yang turun kelas," jelas Angga saat dikonfirmasi bangkapos.com,(13/11/2019)

Angga menanggapi hal tersebut merupakan hak peserta dan tidak melarang hal tersebut.

"Tentunya juga sebanding nanti dengan manfaat yang diperoleh peserta. Terutama penurunan kelas akan berpengaruh pada kelas rawat saja sedangkan tindakan, obat dan pelayanan tetap sama. Kami sendiri juga membuka itu," tuturnya.

Dia menambahkan untuk pemindahan kelas harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

"Misalnya sudah 1 tahun aktif sebagai peserta, tidak terlambat membayar iuran dan berkas yang perlu dipenuhi. Sebenarnya untuk turun kelas tidak harus peserta datang ke kantor kita ada aplikasi Mobile JKN di playstore," terangnya.

Angga mengatakan hal tersebut bisa menjadi solusi mempermudah para peserta agar tidak antri panjang sebab kapasitas di kantor BPJS Kesehatan memang terbatas.

Alasan peserta BPJS Kesehatan banyak turun kelas memang disertai dampak dari informasi bahwa akan terjadi kenaikan iuran.

"Sebenarnya bukan kenaikan iuran tetapi penyesuaian iuran. Memang realitanya terjadi kenaikan nominal. Penyesuaian iuran tersebut dilakukan oleh Perpres, kami sudah melakukan sosialiasi atau memberikan informasi kepada beberapa stakeholder tetapi belum menyeluruh," katanya.

Penyesuaian iuran tersebut terjadi karena tidak keseimbangan atau miss match (ketidaksesuaian) antara biaya iuran dan biaya manfaat per orang.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved