Rangkaian Kegiatan K2YD, Pengendara dan Muatan Diperiksa Jajaran Polsek Kelapa

Sejumlah pengendara dan kendaraan yang melintas di jalan raya Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, persisnya di depan RM Melati diperiksa

Rangkaian Kegiatan K2YD, Pengendara dan Muatan Diperiksa Jajaran Polsek Kelapa
Istimewa
Sejumlah pengendara dan kendaraan yang melintas di jalan raya Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, persisnya di depan RM. Melati, diperiksa, Rabu (13/11/2019)

Rangkaian Kegiatan K2YD, Pengendara dan Muatan Diperiksa Jajaran Polsek Kelapa

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejumlah pengendara dan kendaraan yang melintas di jalan raya Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, persisnya di depan RM Melati, diperiksa, Rabu (13/11/2019)

Mulai dari pemeriksaan kelengkapan surat menyurat maupun barang bawaan tidak luput dari pemeriksaan petugas.

Kapolsek Kelapa AKP Iskandar, menyebut pemeriksaan tersebut merupakan rangkaian dari operasi kegiatan Kepolisian Yang ditingkatkan (K2YD).

"Semua kendaraan yang melintas kami berhentikan dan kami lakukan pemeriksaan, baik kelengkapan surat-surat maupun barang bawaan tidak luput dari pemeriksaan kami," kata Iskandar, mewakili Kapolres AKBP M Adenan, Rabu (13/11/2019).

Langkah ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya pelanggaran, aksi kriminalitas dan masuknya barang tearang.

Dalam operasi kali ini belum ditemukan adanya masyarakat pengguna jalan yang membawa barang-barang berbahaya yang menjadi target operasi.

namun sejumlah tindakan berupa teguran terhadap pelanggaran yang berkaitan dengan kelengkapan surat dan kelengkapan kendaraan yang tidak sesuai diambil polisi.

"Mulai dari tidak memiliki SIM A/ mati : 4 teguran, tidak memiliki SIM C/ mati : 8 teguran, STNK mati : 10 teguran, tidak memiliki Buku KIR : 8 teguran,tidak memakai helm : 4 teguran. Jadi Jumlah seluruhnya yaitu 34 kendaran yang di tegur," pungkasnya.

Selain itu, polisi juga tidak menemukan barang terlaranf, seperti senjata tajam, senjata api hingga narkoba.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan barang bawaan kendaraan tidak ditemukan Narkotika maupun barang bawaan mencurigakan dan melanggar hukum yang dibawa penumpang.

"Operasi ini untuk meningkatkan kesadaran hukum ditengah masyarakat untuk tertib berlalu lintas, guna meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dan masuknya barang terlarang," pungkasnya.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved