Ada 18 Ribu Pelaku UMKM di Babel, Tak Mudah Goyah, dan Andalan Saat Perkonomian Lesu

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kepulauan Bangka Belitung Elfiyena menyatakan

Ada 18 Ribu Pelaku UMKM di Babel, Tak Mudah Goyah, dan Andalan Saat Perkonomian Lesu
dok bangka pos
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Babel, Elfiyena. 

Ada 18 Ribu Pelaku UMKM di Babel, Tak Mudah Goyah, dan Andalan Saat Perkonomian Lesu

BANGKAPOS.COM- Kepala  Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kepulauan Bangka Belitung Elfiyena menyatakan, saat ini ada 18 ribu UMKM di Bangka Belitung. Sebanyak 70 persen di antaranya adalah usaha mikro, dan 30 persen sisanya adalah usaha kecil dan menengah.

Menurutnya, sektor ini mendominasi pergerakan ekonomi Bangka Belitung, dan merupakan andalan saat sektor lain tengah lesu. Kebanyakan bergerak di sektor makanan olahan hasil laut, kuliner, dan perdagangan.

Sektor ini pula dianggap tak mudah goyah menghadapi tantangan ekonomi.
Saat ada kenaikan bagasi pesawat misalnya, kata Elfiyena, sektor UMKM turut terpukul namun tetap bisa bertahan.
"Walaupun memgeluh sedikit, mereka tetap eksis. Kekebalan UMKM terhadap terjangan-terjangan ini sudah teruji, mentalitasnya terujui? Mereka kami dorong semangat berinovasi menghadapi tantangan-tantangan yang ada," kata Elfiyena, Kamis (14/11/2019).

Dia mengatakan, pelaku usaha sebenarnya tak pernah dipersulit dalam mengakses bantuan permodalan. BUMD Jamkrida disediakan jika faktor yang menyulitkan adalah soal jaminan.

Pemerintah, kata dia, juga sudah berusaha membantu pemasaran produk para pelaku UMKM lewat berbagai akses yang disediakan, baik oleh pemerintah maupun kerja sama dengan kementerian, BUMN dan swasta. "Ini asal mau saja mengurusnya. Bisa merapat ke pendamping, ada juga Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Kalau terima bersih saja, tidak mau repot dengan administrasi, ya UMKM gampang kalah, gampang ketinggalan. Ini tergantung nawaitu-nya, makanya kami kasih semangat terus, kami support, dan fasilitiasi. Kemudian UMKM yang sudah besar membantu dan merangkul yang masih kecil," tutur dia.

*Dukung Bunga KUR Turun

Berdasarkan data Dinkop UKM Babel yang mengutip SIKP Kanwil DJPb Babel, hingga Oktober 2019, total KUR yang disalurkan di Babel adalah sebesar Rp581,35 miliar. Dana ini disalurkan kepada 18384 debitur. Persentasenya 0,51 persen dari penyaluran KUR Nasional.

Pemerintah menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari tujuh persen menjadi enam persen. Ini berlaku efektif per 1 Januari 2020.

Elfiyena merespons positif dan mendukung kebijakan penurunan bunga KUR ini. Namun, menurut dia, yang juga harus dipikirkan adalah upaya meningkatkan serapan KUR. "Kami mendukung, cuma yang harus dipikirkan juga bagaimana serapan KUR itu besar di Babel. Walaupun kuotanya banyak, kalau tidak terserap ya susah," kata Elfiyena.

Pasalnya, KUR dari perbankan kerap harus bersaing dengan bantuan permodalan dari kementerian lain. Corporate Social Responsbility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara/Daerah yang menawarkan bunga di bawah bunga KUR perbankan misalnya.

Menurut Elfiyena, kemungkinan ke depan akan ada kebijakan mengenai bantuan permodalan dari BUMN ini. Apalagi ke depan sektor KUKM sudah disentralisasi menjadi hanya domain Kemenkop UKM dari sebelumnya menjadi urusan di banyak kementerian.

"Mungkin akan ada peraturan pusat mengenai ini, bagaimana kalau CSR ini lebih mendahulukan KUR. Selama ini bisa dibilang tanda kutip "persaingan" dengan perbankan. Penerima juga lebih memilih yang bunganya di bawah KUR kan," ucap dia.

Elfiyena mengatakan, saat ini sudah ada pendamping KUR dari pemerintah pusat. Mereka memiliki target untuk menggaet debitur atau pelaku UMKM di Babel.

Meski demikian pendampingan di daerah yang perlu ditingkatkan sehingga serapan KUR bisa lebih baik.
"Ini diharapkan juga pendampingan dari kabupaten kota yang bergerak. Jangan hanya pendamping dari kementerian. Kami juga ada pendampingan pembiayaan ini, tetapi tidak bisa meng-cover kabupaten kota yang jauh," ucap dia. (bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved